NewsMetro

DP3A Kendari Perkuat Edukasi Anti Kekerasan Anak di Sekolah

31
×

DP3A Kendari Perkuat Edukasi Anti Kekerasan Anak di Sekolah

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak terus diperkuat Pemerintah Kota Kendari melalui pendekatan edukasi di lingkungan sekolah. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari menggelar Kampanye Anti Kekerasan terhadap Anak di SD Negeri 93 Kendari, Kelurahan Kambu, dengan melibatkan sejumlah instansi dan organisasi anak.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah kolaboratif pemerintah dalam membangun kesadaran siswa tentang pentingnya perlindungan anak sejak usia dini. Kampanye ini turut melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, PKK Kota Kendari, serta Forum Anak Kota Kendari (Fantari).

Plt. Kepala DP3A Kota Kendari, Sasriati, mengatakan sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk membangun pemahaman anak terkait bahaya kekerasan, perundungan, hingga penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, edukasi langsung kepada siswa diperlukan agar anak-anak memiliki keberanian untuk melindungi diri serta mampu mengenali tindakan yang mengarah pada kekerasan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan terhadap kekerasan, khususnya kekerasan pada anak. Karena itu kami melaksanakan kampanye anti kekerasan dengan berkolaborasi bersama sejumlah pihak,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai hak-hak mereka sebagai anak serta pentingnya saling menghargai dalam pergaulan sehari-hari.

Selain materi tentang perlindungan anak, BNN Kota Kendari turut memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda. Edukasi itu dinilai penting mengingat ancaman penyalahgunaan narkotika kini mulai menyasar usia pelajar.

Sementara itu, keterlibatan Forum Anak Kota Kendari (Fantari) menjadi ruang bagi siswa untuk lebih terbuka dalam berdiskusi. Pendekatan sesama anak dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan perlindungan anak dan pencegahan kekerasan.

DP3A Kota Kendari menilai kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Karena itu, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lainnya di Kota Kendari sebagai langkah membangun kesadaran kolektif terhadap perlindungan anak.

“Anak-anak perlu mendapatkan ruang yang aman untuk tumbuh dan berkembang. Edukasi seperti ini penting agar mereka lebih memahami cara menjaga diri dan berani menyampaikan apabila mengalami kekerasan,” kata Sasriati.

Melalui kampanye tersebut, Pemkot Kendari berharap angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(SM)