NewsMetro

Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, Wali Kota dan Forkopimda Ikut Belanja di Lapak Pedagang

41
×

Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga, Wali Kota dan Forkopimda Ikut Belanja di Lapak Pedagang

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI-Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pelataran Balai Kota Kendari, Rabu (20/5/2026). Kegiatan itu langsung diserbu warga yang berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.

Tak hanya masyarakat, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., bersama unsur Forkopimda juga terlihat ikut berkeliling dan berbelanja di sejumlah lapak pedagang yang menjual beras, telur, bawang merah, sayuran hingga aneka produk pangan olahan lokal.

Suasana GPM tampak ramai sejak pagi. Warga memadati area stan pangan murah untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang dinilai lebih terjangkau menjelang Idul Adha.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, kondisi pangan di Kota Kendari hingga saat ini masih tergolong aman dan terkendali. Hal itu terlihat dari angka inflasi Kota Kendari yang masih berada pada kisaran 2,83 persen.

“Alhamdulillah kondisi pangan kita masih aman dan normal. Pemerintah terus mengontrol agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujar Siska.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari memang tidak sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Namun pemerintah terus berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dengan memperkuat sektor pertanian lokal.

Siska mencontohkan, meski sebelumnya kawasan persawahan di Amohalo, Kecamatan Baruga, sempat terdampak banjir hingga sekitar 100 hektare, para petani kini mulai kembali bangkit dan berhasil melakukan panen.

Bahkan beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Kendari bersama Gubernur Sulawesi Tenggara dan Forkopimda turun langsung melakukan panen padi dengan produktivitas mencapai sekitar 5,5 ton per hektare.

“Mudah-mudahan masyarakat yang terdampak banjir bisa bangkit kembali. Pemerintah terus berupaya memberikan dukungan fasilitas untuk pertanian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan seperti bawang merah, telur, wortel dan minyak goreng. Namun menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam kategori wajar dan belum terlalu membebani masyarakat.

Meski demikian, Pemkot Kendari memastikan siap melakukan intervensi apabila harga kebutuhan pokok mulai melonjak tajam di pasaran.

“Kalau memang sudah mengganggu masyarakat, kita siap subsidi. Tapi sampai hari ini masih aman dan terjangkau,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf menjelaskan Gerakan Pangan Murah digelar sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan gejolak harga menjelang Idul Adha.

Menurutnya, kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi Pemerintah Kota Kendari bersama Bank Indonesia dan PT Sosro Indonesia.

Ia menyebut sejak Januari hingga Mei 2026, Dinas Ketahanan Pangan telah menjalankan berbagai program bantuan dan stabilisasi pangan, termasuk penyaluran bantuan kepada sekitar 27 ribu kepala keluarga berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah pusat.

Selain itu, pemerintah juga bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan kepada warga terdampak banjir di Kota Kendari, termasuk bantuan CSR dari Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tenggara untuk seribu kepala keluarga.

“Untuk pengendalian inflasi, kami juga sudah melaksanakan Gerakan Pangan Murah mobile sekitar 70 kali dan sampai hari ini kondisi harga pangan masih terkendali,” jelas Abdul Rauf.

Tak hanya menjual kebutuhan pokok, GPM kali ini juga melibatkan sekitar 20 pelaku usaha kuliner lokal yang tergabung dalam Ikatan Kuliner Kota Kendari.

Pemerintah Kota Kendari berencana memperpanjang pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga mendekati Hari Raya Idul Adha apabila antusiasme masyarakat terus meningkat.(SM)