NewsMetro

Lomba Bertutur Jadi Cara Kendari Hidupkan Literasi dan Cerita Rakyat di Kalangan Anak

40
×

Lomba Bertutur Jadi Cara Kendari Hidupkan Literasi dan Cerita Rakyat di Kalangan Anak

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI- Pemerintah Kota Kendari terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan pelajar melalui Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kota Kendari Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari di Aula Samaturu, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kembali cerita rakyat dan budaya lokal kepada generasi muda di tengah derasnya perkembangan era digital.

Sebanyak 43 peserta dari berbagai Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Kota Kendari dijadwalkan mulai tampil bertutur pada 20 Mei mendatang hingga 25 Mei 2026. Para peserta yang merupakan siswa kelas 4 dan 5 akan membawakan cerita rakyat, legenda daerah, hingga kisah kepahlawanan lokal Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutan Wali Kota Kendari yang dibacakan Plh Sekda Kota Kendari, LD Abdul Manaz Salihin, disebutkan bahwa lomba bertutur bukan hanya sekadar kompetisi keterampilan berbicara, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter anak melalui budaya membaca.

Menurutnya, tradisi bertutur memiliki nilai penting karena mengandung pesan moral, pendidikan karakter, dan identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar memahami isi cerita, melatih keberanian tampil di depan umum, sekaligus mengasah kreativitas dalam menyampaikan pesan,” ujarnya.

Ia menilai, kemampuan bertutur menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun rasa percaya diri anak sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

Pemerintah Kota Kendari, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan literasi seperti lomba bertutur karena sejalan dengan upaya menciptakan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

“Budaya membaca dan bertutur harus terus ditanamkan sejak dini agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas dan karakter kuat,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari, M. Akrim Kurdin, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional pembudayaan gemar membaca yang dicanangkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Ia mengatakan, lomba bertutur dirancang agar anak-anak lebih dekat dengan buku, terutama buku cerita rakyat dan budaya daerah yang selama ini mulai jarang dikenal generasi muda.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan menyampaikan kembali cerita yang mereka baca secara menarik,” jelasnya.

Menurut Akrim, kegiatan tersebut juga menjadi langkah untuk mempopulerkan kembali cerita rakyat Sulawesi Tenggara yang sarat nilai kehidupan dan kearifan lokal.

Mengusung tema “Menumbuhkan Generasi Berkarakter Melalui Kegemaran Membaca dan Bertutur”, lomba ini diharapkan mampu melahirkan pelajar yang memiliki kemampuan komunikasi baik sekaligus menjadi teladan dalam budaya membaca di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan itu juga diharapkan dapat melahirkan wakil Kota Kendari yang mampu bersaing pada lomba bertutur tingkat provinsi hingga nasional.(SM)