NewsMetroPolitik

Debat Pertama Lima Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari Dibagi Menjadi 5 Sesi, Tidak Boleh Debat Diluar Tema

1216
×

Debat Pertama Lima Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari Dibagi Menjadi 5 Sesi, Tidak Boleh Debat Diluar Tema

Share this article

 

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Skema debat lima Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari bakal dibagi menjadi 5 sesi.

Debat akan dimulai Pukul 19.30 Wita, bertempat di Claro Hotel Kendari, pada 30 Oktober 2024 malam.

Sesi pertama, melakukan pemaparan visi misi dari masing-masing paslon, dengan durasi waktu yang telah ditentukan yaitu selama 3 menit.

Sesi kedua, berupa pendalaman visi misi dari masing-masing paslon yang disampaikan melalui panelis dan moderator.

Sesi ketiga, pendalaman visi misi dari narasumber masing-masing calon Wakil Wali Kota Kendari.

Sesi keempat, masuk dalam tahap tanya jawab antar masing-masing paslon, kesempatan bertanya akan diberikan sebanyak 2 kali.

Sesi kelima, menjawab pertanyaan antar paslon sebanyak 2 kali dan memberikan tanggapan sebanyak 2 kali.

Ketua KPU Kota Kendari, Jumwal Saleh mengatakan, tema debat untuk kelima paslon yaitu tentang tata kelola pembangunan kota, pengembangan ekonomi kerakyatan dan kebudayaan.

“Jadi debat nanti, seputar pertanyaannya ditema sentral itu,” ucap Saleh, Selasa (29/10/2024) di Kantor KPU Kendari.

Sementara untuk pendung yang diperbolehkan menyaksikan debat, Saleh menyebut hanya 72 orang.

“Tentu ada beberapa larangan yang harus mereka penuhi, yaitu tidak boleh membawa alat peraga kampanye, kemudian fokus kepada yel-yel masing-masing, tidak ada saling menyudutkan paslon lain,” jelas Saleh.

“Kemudian pada saat debat tidak boleh yel-yel lagi karena hanya pada saat awal serta akhir dan diluar dari live,” tambahnya.

Saleh mengingatkan, kelima paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari nantinya tidak boleh melakukan debat diluar dari tema yang ditentukan dan melaksanakan debat dengan tertib.

“Begitupun pada saat mengajukan pertanyaan antar pasangan calon harus disesuaikan dengan tema yang ada dan benar-benar debat ini berlangsung dengan lancar serta tertib,” pungkasnya.*(NV)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News