NewsMetroPolitik

ASR-Hugua Unggul Dalam Pilkada 2024 di Provinsi Sultra, Memperoleh Suara Sah Sebanyak 52,39 Persen

1377
×

ASR-Hugua Unggul Dalam Pilkada 2024 di Provinsi Sultra, Memperoleh Suara Sah Sebanyak 52,39 Persen

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Andi Sumangerukka – Hugua meraih suara tertinggi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pasangan nomor urut dua tersebut memperoleh suara sah sebanyak 52,39 persen.

Hasil suara diumumkan berdasarkan surat keputusan KPU Sultra, nomor 320 tahun 2024 tentang penetapan hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra.

Melalui rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra 2024, disalah satu hotel di Kota Kendari, sekira pukul 02.30 WITA, Minggu (8/12/2024).

“Paslon nomor urut dua Andi Sumangerukka dan Ir. Hugua, dengan memperoleh suara sah sebanyak 775.183 suara,” jelas Asril.

Usai membacakan hasil perolehan suara dari keempat paslon, Asril menandainya dengan ketok palu yang disaksikan bersama Bawaslu Sultra.

“Rekapitulasi hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara saya tetapkan,” ucapnya.

Kemudian dilanjutkan penyerahan berita acara hasil perolehan suara diserahkan langsung oleh Ketua KPU Sultra Asril kepada keempat saksi paslon.

Dimulai dari saksi paslon nomor urut satu kemudian saksi paslon nomor urut dua, disusul saksi paslon tiga dan empat.*(NV)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News