NewsHukum & KriminalMetro

Lagi, 2 Orang Jadi Korban Pembusuran OTK

396
×

Lagi, 2 Orang Jadi Korban Pembusuran OTK

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Dua orang berinisial R (25) dan AY (26) kembali menjadi korban pembusuran oleh Orang Tidak di Kenal (OTK) didepan Tokoh Ceria Wua-wua Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pada Sabtu (18/6/2022), Sekitar Pukul 22.30 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengungkapkan, jadi korban R ini sempat cekcok dengan salah satu terduga pelaku yang berjumlah dua orang, sebelum dilakukan penyerangan menggunakan busur.

“Korban dan teman-temannya sedang minum-minuman keras di salah satu warung. Kemudian menurut saksi yang ada di lokasi, melihat korban R cekcok dengan pelaku yang dia tidak ketahui namanya berjumlah dua orang,” Ungkap Fitrayadi.

Kemudian, pelaku yang berjumblah terduga dua orang langsung meninggalkan tempat itu. Tak berselang lama, terduga pelaku dan rekan-rekannya kembali dengan membusur dua korban.

“Akibatnya R mengalami luka tusukan busur pada bagian perut sebelah kiri dan mengeluarkan darah. Sedangkan, A mengalami luka tusukan busur pada bagian tangan sebelah kiri,” Ujarnya.

Lebih lanjut, kini Kedua korban belum bisa dimintai keterangan lebih karena masih dalam pengaruh miras dan saat ini sudah dalam penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.

“Untuk korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam pengaruh miras dan saat ini dalam penanganan medis,” tutupnya.

Dewa/ Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News