NewsMetro

Pembekalan Kinerja Upaya Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022

316
×

Pembekalan Kinerja Upaya Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) melaksanakan pelatihan pengawasan penurunan stunting, kinerja wilayah Kabupaten/ Kota di Sultra.

Melalui pembinaan dan pengawasan pelaksanaan aksi konvergensi ini,upaya penurunan stunting yang terintegrasi diharapkan dapat mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Sultra.

Tenaga Ahli Perencanaan dan Penganggaran INEY Region 5)Lukman Nurhakim menyebut, pembentukan instrumen penurunan stunting sangat penting dilakukan.

“Kita melakukan penilaian untuk upaya perbaikan instrumen upaya penurunan stunting yang ada di Sultra.” Kata Lukman Senin (23/5/2022).

Lukman juga mengatakan, angka stunting di wilayah Sulawesi Tenggara masih tergolong tinggi.

“Untuk ditahun ini berdasarkan survei ditahun lalu Sultra memang masih menempati peringkat cukup tinggi angka stunting.” Jelasnya.

Dia berharap agar semua elemen pemerintahan ikut terlibat dalam menekan angka stunting Sultra.

Upaya mendorong kinerja tim percepatan penurunan stunting di Provinsi dan Kabupaten/Kota agar berfungsi optimal dan maksimal.

Pada saat yang sama. Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat Bappeda Prov. Sultra L.M .Alwi menerangkan, terdapat tuju Kabupaten/Kota yang akan menjadi sasaran penilaian.

Tuju Kabupaten/Kota itu diantara ,Kab. Kolaka, Buton, Muna,Buton Selatan, Wakatobi, Kolaka Timur dan Konawe Kepulauan.

“Kita mau liat 7 Kabupaten ini dalam kinerjanya di Kabupaten/Kota.” Katanya.

Dia berharap ditahun ini angka stunting mengalami perubahan.

“Kita berharap ditahun 2022 angka stunting ada perubahan.” Ujar Alwi.

Novrianti/Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News