NewsMetro

Terima Bantuan Beras, Warga Lalodati Diminta Bawa Sampah Bernilai Ekonomi

14
×

Terima Bantuan Beras, Warga Lalodati Diminta Bawa Sampah Bernilai Ekonomi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, berlangsung dengan cara yang berbeda. Warga yang menerima bantuan beras terlebih dahulu diajak berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan dengan membawa sampah plastik atau kardus yang masih memiliki nilai ekonomi.

Mekanisme tersebut diterapkan dalam penyaluran Bantuan Pangan (BAPAN) periode Juli-September 2026 yang berlangsung di Kantor Kelurahan Lalodati, Selasa (8/9/2026).

Lurah Lalodati, Edi Tawakkal Konggoasa, mengatakan terdapat 528 kepala keluarga (KK) yang terdata sebagai penerima bantuan pada periode tersebut. Masing-masing keluarga memperoleh tiga karung beras dengan total berat 30 kilogram.

“Alhamdulillah, secara resmi penyaluran BAPAN periode Juli-September 2026. Jumlah penerima di Kelurahan Lalodati sebanyak 528 KK, dengan bantuan beras tiga karung per KK,” ujar Edi.

Dengan jumlah penerima tersebut, bantuan yang disalurkan mencapai 1.584 karung beras. Penyaluran dilakukan sesuai data penerima yang telah ditetapkan sehingga masyarakat mendapatkan bantuan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Menariknya, pemerintah kelurahan mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan upaya mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Sebelum menerima bantuan, warga diminta menyerahkan sampah plastik atau kardus yang masih mempunyai nilai untuk ditimbang.

Sampah yang dibawa warga terlebih dahulu dikumpulkan dan ditimbang. Setelah proses tersebut selesai, penerima kemudian mendapatkan bantuan beras sebanyak tiga karung.

“Penerima menyerahkan sampah plastiknya, kemudian dilanjutkan dengan kami menyerahkan bantuan berasnya sebanyak tiga karung per KK,” jelasnya.

Edi menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan instruksi Wali Kota Kendari yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sampah.

Menurutnya, skema ini diharapkan dapat memberikan kebiasaan baru kepada masyarakat, khususnya dalam memilah sampah sejak dari rumah. Sampah plastik maupun kardus yang masih memiliki nilai tidak langsung dibuang, tetapi dikumpulkan untuk kemudian dimanfaatkan atau ditimbang.

Dengan demikian, penyaluran BAPAN tidak hanya menjadi sarana memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengajak warga mengambil bagian dalam menjaga lingkungan.

Edi berharap kebiasaan tersebut dapat terus diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah maupun petugas kebersihan.

Keterlibatan masyarakat dari tingkat rumah tangga dinilai menjadi salah satu kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengumpulkan bahan yang masih bernilai dan tidak membuang sampah sembarangan dapat memberikan dampak jika dilakukan secara bersama-sama.

Penyaluran bantuan di Lalodati pun menjadi contoh bahwa program pelayanan kepada masyarakat dapat disandingkan dengan edukasi lingkungan. Warga tidak hanya menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga diajak berkontribusi melalui langkah sederhana yang dapat dilakukan dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Proses penyaluran tersebut turut disaksikan Bhabinkamtibmas, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta para ketua RW di Kelurahan Lalodati. Kehadiran unsur tersebut turut mendukung agar penyaluran berlangsung tertib dan sesuai dengan data penerima.

Melalui pola tersebut, pemerintah kelurahan berharap kepedulian terhadap kebersihan tidak berhenti pada saat penyaluran bantuan. Kesadaran memilah dan mengelola sampah diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan warga sehingga lingkungan Lalodati semakin bersih sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.(SM)