NewsMetro

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Balai Kota Kendari, Wamendagri Apresiasi Langkah Pemkot Kendari

34
×

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Balai Kota Kendari, Wamendagri Apresiasi Langkah Pemkot Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Ribuan warga Kota Kendari memadati pelataran parkir Balai Kota Kendari, Jumat (29/5/2026), untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Kendari bersama pemerintah pusat, Bulog, distributor pangan, dan pelaku usaha.

Sejak pagi, antrean panjang warga terlihat di sejumlah stan penjualan bahan pokok. Minyak goreng menjadi komoditas paling diburu masyarakat. Meski cuaca panas menyengat, warga tetap bertahan demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Minyak goreng dijual seharga Rp15.700 per liter, telur ayam Rp50 ribu per rak, serta beras Rp58 ribu per kemasan. Warga tampak membawa kantong belanja besar sambil berpindah dari satu tenan ke tenan lainnya untuk membeli kebutuhan rumah tangga.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, perwakilan Bulog pusat, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan instansi terkait.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., juga terlihat turun langsung meninjau pelaksanaan GPM. Ia menyapa warga yang sedang mengantre minyak goreng dan membagikan kupon belanja kepada masyarakat penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian serius pemerintah di tengah tantangan global, mulai dari eskalasi geopolitik hingga ancaman cuaca ekstrem yang memengaruhi produktivitas pangan nasional.

Menurutnya, pemerintah harus hadir memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Kita bersyukur ekonomi makro kita masih efektif. Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 berada di angka 5,11 persen dan inflasi nasional juga masih terkendali di angka 2,43 persen,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kendari yang dinilai aktif melakukan intervensi pengendalian inflasi melalui program Gerakan Pangan Murah.

“Tadi saya mendapat laporan Kota Kendari sudah puluhan kali melaksanakan Gerakan Pangan Murah. Ini luar biasa dan menjadi perhatian khusus Bapak Mendagri,” katanya.

Akhmad Wiyagus menegaskan, stabilitas harga pangan tidak bisa dijaga hanya oleh pemerintah pusat atau daerah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi bersama seluruh pihak, termasuk BUMN, BUMD, distributor, dan pelaku usaha.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi pemerintah kota dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Kendari memiliki potensi inflasi yang cukup tinggi sehingga pemerintah rutin melakukan intervensi pasar.

“Kami menjaga agar harga tidak terlalu tinggi sehingga masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau, tetapi kami juga menjaga agar produsen dan UMKM tetap tumbuh,” ujarnya.

Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap program pangan murah selalu tinggi, terutama menjelang Hari Raya Iduladha ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Pada pelaksanaan GPM kali ini, pemerintah melibatkan sekitar 25 tenan distributor dan 15 pelaku usaha olahan pangan. Selain penjualan kebutuhan pokok murah, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bagi korban banjir di Kota Kendari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf mengatakan sebanyak 1.000 voucher belanja senilai Rp20 ribu dari Baznas telah dibagikan sehari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Voucher tersebut diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat agar dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan.

Suasana Gerakan Pangan Murah berlangsung ramai hingga siang hari. Warga terus berdatangan memanfaatkan program tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah fluktuasi harga pangan menjelang Idul Adha.(SM)