NewsMetro

Peserta Berkostum Adat hingga Lebah Ramaikan Hari Kedua Lomba Bertutur SD/MI Kota Kendari

41
×

Peserta Berkostum Adat hingga Lebah Ramaikan Hari Kedua Lomba Bertutur SD/MI Kota Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI- Pelaksanaan hari kedua Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kota Kendari berlangsung semarak di kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari, Kamis (21/5/2026). Sebanyak 14 peserta tampil membawakan cerita rakyat dan kisah budaya lokal dengan penuh percaya diri di hadapan dewan juri dan para pendamping.

Berbagai penampilan unik mewarnai jalannya lomba. Para peserta tampil mengenakan aneka kostum yang disesuaikan dengan karakter cerita yang dibawakan. Ada yang menggunakan pakaian adat daerah, kostum lebah berwarna cerah, hingga tetap tampil sederhana menggunakan seragam sekolah namun dipadukan dengan aksesoris pendukung.

Masing-masing peserta diberikan waktu selama 10 menit untuk menampilkan kemampuan bertutur. Dalam penampilannya, peserta tidak hanya dituntut menghafal cerita, tetapi juga mampu membangun ekspresi, intonasi, penghayatan tokoh, serta komunikasi dengan penonton.

Sejumlah peserta yang tampil pada hari kedua di antaranya Muhammad Bintang Ma’ruf Irwan dari SD Negeri 34 Kendari yang membawakan cerita “Anano Oleo (Ayahnya Matahari)”. Penampilannya berhasil menarik perhatian penonton lewat penghayatan cerita yang kuat.

Kemudian Syifa Nurmaulid dari MI Baitul Mukhlisin tampil membawakan cerita “Pu’uno Surya Anaya (Pohon Surya Anaya)”, disusul Alfarisqi Jaya Mustafa dari SD Negeri 85 Kendari yang juga mengangkat kisah “Anano Oleo”.

Sementara itu, Azila Za Fitri dari SD Negeri 61 Kendari membawakan cerita “La Buroto”, sedangkan Annisa Faiha Ardani dari SD Ibnu Abbas Kendari tampil dengan cerita “Sambialano Anawai Ngguluri”.

Peserta lainnya seperti Benedicta Abigail Resty dari SD Katolik Pelangi Kendari, Dzhara Khusyita Rahmadani dari SD Negeri 98 Kendari, hingga Alysa Aimara Kalandra Razake dari SD Negeri 96 Kendari juga tampil memukau dengan pembawaan cerita yang ekspresif.

Sorak dukungan dan tepuk tangan dari guru pendamping maupun orang tua terdengar hampir di setiap penampilan. Suasana kompetisi berlangsung hangat dan penuh semangat meski para peserta tetap terlihat tegang menunggu giliran tampil.

Lomba bertutur ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip untuk menanamkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan cerita rakyat dan kearifan lokal Sulawesi Tenggara kepada generasi muda.

Selain melatih kemampuan berbicara di depan umum, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca anak sejak dini serta membentuk karakter percaya diri dan kreatif.

Pelaksanaan lomba masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan untuk menentukan peserta terbaik yang nantinya mewakili Kota Kendari pada ajang lomba bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.(SM)