NewsMetro

Dorong Keberanian Korban, Pemkot Kendari Perkuat Upaya Cegah Kekerasan dan Perdagangan Orang

21
×

Dorong Keberanian Korban, Pemkot Kendari Perkuat Upaya Cegah Kekerasan dan Perdagangan Orang

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI– Upaya menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kota Kendari terus diperkuat. Pemerintah kota menilai, persoalan ini tidak cukup ditangani melalui penindakan semata, tetapi juga membutuhkan keberanian korban dan dukungan lingkungan untuk mengungkap kasus yang selama ini tersembunyi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, saat membuka kegiatan advokasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan dan TPPO di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sebagai bagian dari penguatan kesadaran publik.

Menurut Amir Hasan, masih banyak kasus kekerasan dalam rumah tangga maupun perdagangan orang yang tidak terungkap karena korban memilih diam. Rasa takut, tekanan sosial, hingga stigma menjadi faktor utama yang membuat korban enggan melapor.

“Ini yang menjadi tantangan kita. Banyak kasus tidak muncul ke permukaan karena korban merasa takut atau malu. Padahal, tanpa laporan, sulit bagi kita untuk memberikan perlindungan secara maksimal,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberanian untuk berbicara menjadi langkah awal dalam memutus rantai kekerasan. Karena itu, peran masyarakat dinilai krusial, tidak hanya sebagai saksi, tetapi juga sebagai pihak yang mendorong korban untuk mendapatkan pendampingan dan perlindungan hukum.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus memperkuat berbagai instrumen perlindungan, mulai dari layanan pengaduan, pendampingan korban, hingga koordinasi dengan aparat penegak hukum. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi korban sekaligus efek jera bagi pelaku.

Dalam kegiatan bertema “Berani Bicara Hentikan Kekerasan, Lindungi Perempuan Lindungi Masa Depan” tersebut, peserta juga diberikan pemahaman terkait bentuk-bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar, termasuk modus-modus perdagangan orang yang perlu diwaspadai.

Pendekatan edukatif dinilai menjadi kunci dalam mencegah kasus serupa terus berulang. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali tanda-tanda kekerasan sejak dini dan tidak ragu untuk melapor.

Pemerintah Kota Kendari berharap, melalui penguatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, upaya pencegahan kekerasan dan TPPO dapat berjalan lebih efektif. Lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan pun menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan generasi yang lebih terlindungi.(SM)

Editor:DN