NewsDaerah

Buka Tahun 2026, KPR Silika Jalankan Program PPM Infrastruktur dan Sistem Air Bersih di Bombana

×

Buka Tahun 2026, KPR Silika Jalankan Program PPM Infrastruktur dan Sistem Air Bersih di Bombana

Share this article

TERAMEDIA.ID,BOMBANA– Akses terhadap air bersih dan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi tantangan di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menunjukkan perbaikan di awal 2026.

PT Kasmar Poleang Raya (KPR Silika) merealisasikan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang infrastruktur pada triwulan pertama tahun ini, yang menyasar kebutuhan mendesak masyarakat di beberapa desa.

Salah satu program yang dijalankan adalah pembangunan dan perbaikan duiker (deker) di Dusun Miccimpolong, Desa Waemputang, yang dilaksanakan sepanjang 26 Januari hingga 2 Februari 2026.

Duiker ini merupakan struktur jembatan pelat beton bertulang yang memiliki fungsi vital sebagai akses penyeberangan sekaligus menjaga kelancaran aliran air. Sebelumnya, kondisi duiker yang rusak parah kerap menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba menyampaikan bahwa pembangunan duiker ini menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam mendukung konektivitas desa.

“Perbaikan duiker di Desa Waemputang merupakan bentuk respons kami terhadap kebutuhan mendesak masyarakat. Infrastruktur yang layak akan berdampak langsung pada kelancaran mobilitas, serta aktivitas ekonomi dan sosial warga,” ujarnya.

Selain peningkatan akses jalan, KPR Silika juga menyelesaikan program bantuan instalasi air bersih di dua wilayah sekaligus, yakni Dusun Akacipong, Desa Akacipong dan Dusun Boasing, Desa La Ea. Program ini mencakup pemasangan pipa saluran air, penyediaan toren penampung, pompa air, hingga sambungan langsung ke rumah-rumah warga.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat. Sebagian warga masih bergantung pada air hujan, air galon, bahkan air laut untuk kebutuhan sehari-hari, kondisi yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat setempat.

“Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses air bersih yang layak dan berkelanjutan. Ini bukan hanya soal fasilitas umum dan infrastruktur semata, tetapi juga tentang cara kita semua meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat secara komunal,” tambah Ishak dalam wawancaranya (9/4).

Pelaksanaan program ini tidak dilakukan secara sepihak. Sejak tahap awal, perusahaan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Desa Waemputang, serta melibatkan langsung masyarakat sebagai bagian dari proses, mulai dari survei, pengadaan, hingga pengerjaan dan monitoring.

Kepala Desa Waemputang, Abdurahman mengapresiasi pendekatan kolaboratif yang dilakukan oleh
perusahaan ini.

“Kami melihat perusahaan tidak hanya datang membawa program, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam setiap tahap. Ini membuat hasilnya tepat sasaran dan benar-benar sangat bermanfaat bagi warga,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Akacipong, Arifin yang menilai program instalasi air bersih ini menjadi solusi nyata atas tantangan kekeringan yang rutin dihadapi masyarakat setiap tahun.

“Desa Akacipong merupakan salah satu wilayah yang paling sulit mendapatkan akses air bersih. Selama ini, terutama saat musim kemarau, kami sangat bergantung pada bantuan distribusi air dari pemerintah Kabupaten. Sumber air yang tersedia pun terbatas. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur dan mendukung penuh inisiatif ini,” tambahnya.

Dampak beberapa program ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Rusman, warga Desa Laea, menyampaikan bahwa bantuan instalasi air bersih telah mengatasi kendala yang selama ini dihadapi warga.

“Dulu air bersih selalu menjadi kendala dan kini sudah teratasi. Kami merasa sangat bersyukur dengan adanya bantuan air dari perusahaan. Mudah-mudahan ke depannya bisa terus memberikan manfaat bagi sekitar, khususnya bagi kami para petani rumput laut,” tuturnya.

Sementara itu, warga Desa Waemputang lainnya, Yusril, menilai kehadiran perusahaan turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan infrastruktur di wilayah Poleang Selatan.

“Kami sangat senang dengan beberapa perbaikan dan pembangunan infrastruktur disini. Alhamdulilah, sekarang semua sudah dilalui dengan baik. Sebetulnya di desa sekitar juga masih banyak perbaikan jalan yang ke depan bisa menjadi program prioritas juga,” jelas Yusril.(**)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News