NewsKesehatanMetro

Tekan Stunting, Pemprov Sultra Perkuat Intervensi Terarah dan Berbasis Kolaborasi

12
×

Tekan Stunting, Pemprov Sultra Perkuat Intervensi Terarah dan Berbasis Kolaborasi

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengintensifkan upaya penurunan angka stunting dengan memperkuat intervensi spesifik yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan evaluasi tingkat provinsi yang melibatkan seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sultra.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menekankan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan bagian penting dari pembangunan kualitas sumber daya manusia.

“Masalah stunting sangat erat kaitannya dengan pemenuhan gizi sejak dini. Jika kebutuhan zat gizi tidak terpenuhi, dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga kemampuan berpikir dan produktivitas anak di masa depan,” ujarnya saat membuka kegiatan di Hotel Claro Kendari, Rabu (8/4/2026).

Saat ini, prevalensi stunting di Sultra masih berada di angka 26,1 persen. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan hingga mendekati 17 persen, sejalan dengan upaya mencapai rata-rata nasional. Untuk itu, diperlukan kerja bersama yang konsisten antara pemerintah provinsi dan daerah.

Dalam strategi yang dijalankan, Pemprov Sultra mengedepankan dua pendekatan utama. Pertama, upaya promotif melalui edukasi gizi seimbang bagi ibu hamil, balita, serta keluarga. Kedua, pendekatan kuratif berupa penanganan medis bagi anak yang mengalami stunting, termasuk mengatasi penyakit yang menghambat penyerapan nutrisi.

Tak hanya itu, sinergi lintas sektor juga menjadi kunci utama. Pemerintah memastikan seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program, dilakukan secara terpadu antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar intervensi lebih tepat sasaran.

Evaluasi berkala pun akan terus dilakukan sepanjang tahun sebagai dasar perbaikan program. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang adaptif dan efektif dalam menekan angka stunting.

Menariknya, pendekatan berbasis budaya turut menjadi perhatian. Pemerintah menyadari bahwa pola hidup dan kebiasaan masyarakat memiliki peran besar dalam keberhasilan program. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang lebih kontekstual dan menyentuh aspek sosial terus didorong.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Sultra optimistis penanganan stunting dapat berjalan lebih optimal, sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.(**)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News