NewsHukum & KriminalMetro

Melalui Skenario Begal, Wanita di Kendari Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Mertuanya

3922
×

Melalui Skenario Begal, Wanita di Kendari Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Mertuanya

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari mengungkap kasus tewasnya seorang perempuan yang terjadi di jalan Madusila Kelurahan Anduonuhu Kecamatan Poasia Kota Kendari.

Kasus yang mengakibatkan seorang wanita bernama Mirna (51) tewas dengan sadis pada Minggu, 7 April 2024 itu, terungkap usai Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari mengamankan dua terduga pelaku yang bernama Novi Damayanti (ND) dan pria berinisial MF alias CMG, Selasa, 16 April 2024.

Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi menyebut kasus tersebut bukan karena pembegalan yang telah dilaporkan di kepolisian.

Tetapi merupakan rekayasa yang telah dilakukan oleh menantunya seorang perempuan berinisial (ND) untuk membunuh korban seolah-olah dibegal.

“Peristiwa tersebut adalah rekayasa suadari ND seolah-olah itu adalah begal,” kata Fitrayadi dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 17 April 2024.

Kata Fitrayadi, ND nekat menyewa orang untuk membunuh korban yang tidak lain mertuanya sendiri.

“Fakta peristiwa tersebut ND yang merupakan menantu korban telah merencanakan dan membayar seorang laki-laki berinisial MF untuk melakukan pembunuhan,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut AKP Fitrayadi, untuk motif pembunuhan tersebut pihaknya belum mengetahuinya dan saat ini masih didalami.

“Motifnya masih kami dalami,” ujarnya.

Peristiwa pembunuhan berawal dari mobil yang dikendarai oleh Novi Damayanti bermerek Honda Brio bersama korban bergerak dari arah swalayan Indogrosir menuju pasar sentral kota dengan melewati jalan Lapulu. Namun setibanya di Jalan Madusila dekat Kantor DPRD Kota Kendari ia ditegur oleh 2 orang pria.

Saat itu, kedua pria tersebut menyampaikan bahwa ban mobil mereka kempes. Mendengar hal itu terduga pelaku turun dan mengeceknya. Sehingga saat itulah, wanita asal Desa Kolua Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe itu dibunuh dengan mengalami 9 luka tusukan.

Sementara, saat kejadian tersebut menantu korban hanya mengalami luka memar di wajah akibat tamparan dari pria yang diduga telah disewakannya.

Dari kejadian tersebut juga 3 cincin emas, 1 kalung emas, 1 pasang anting emas, 1 buah jam tangan, dan handphone milik korban dibawa oleh pria tersebut.*(DW)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News