NewsMetro

Gerakan Pangan Murah di Kota Kendari:  Solusi Belanja Terjangkau jelang Natal dan Tahun Baru 2025

824
×

Gerakan Pangan Murah di Kota Kendari:  Solusi Belanja Terjangkau jelang Natal dan Tahun Baru 2025

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, serta untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Kendari, didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, yang turut memantau jalannya kegiatan yang diikuti oleh sejumlah distributor pangan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Aris Manda, menjelaskan bahwa tujuan utama dari GPM adalah menekan inflasi dengan menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Kami bekerja sama dengan para distributor untuk mengadakan pasar murah. Barang-barang yang dijual adalah milik pribadi para distributor, sementara pemerintah hanya menyediakan fasilitas seperti tenda, kursi, dan tempat untuk kegiatan ini. Keuntungan dari penjualan sepenuhnya untuk para distributor.” ungkap Aris dalam wawancaranya, Senin (18/11/2024)

Sebanyak 12 distributor dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam GPM kali ini, namun pada hari ini, 10 distributor yang hadir untuk menjual kebutuhan pokok. Kegiatan pasar murah ini berlangsung hanya selama satu hari, meskipun GPM biasanya diadakan setiap Kamis dan Jumat di kelurahan-kelurahan dengan total 50 kali kegiatan sepanjang tahun di 50 titik lokasi yang berbeda. Pelaksanaan kegiatan ini disesuaikan dengan permintaan dari kepala kelurahan, dengan frekuensi yang bervariasi antara tiga hingga lima kali dalam sebulan.

Aris Menambahkan Kegiatan ini lebih ditekankan untuk masyarakat menengah ke bawah. Meskipun biasanya dilakukan di kelurahan, pada hari ini kami memilih lokasi ini karena tema kegiatan yang bertepatan dengan hari besar Natal dan Tahun Baru.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari berharap dapat membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang lebih murah, sehingga mereka merasa terbantu, apalagi di tengah deflasi ini. (M/WF)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News