NewsMetro

Warga Segitiga Tapak Kuda Blokir Jalan, Tolak Konstatering PN Kendari

5
×

Warga Segitiga Tapak Kuda Blokir Jalan, Tolak Konstatering PN Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI — Ratusan warga yang bermukim di kawasan Segitiga Tapak Kuda, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, melakukan aksi blokir jalan pada Rabu (29/10/2025). Aksi tersebut berlangsung di tiga titik, yakni Jalan Tapak Kuda, Jalan Buburanda, dan Jalan Edi Sabara, sehingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan sejumlah kendaraan terpaksa berbalik arah.

Aksi blokir ini merupakan bentuk penolakan warga terhadap rencana konstatering atau pencocokan lahan yang akan dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kendari pada Kamis (30/10/2025). Warga menilai langkah tersebut merugikan karena menyangkut lahan tempat tinggal mereka.

Kadar Siantang, Ketua RT 4/RW 2 Kelurahan Korumba, menyatakan aksi ini adalah bentuk kekecewaan warga terhadap rencana tersebut.

“Tidak mungkin kami diam jika ada pihak yang tiba-tiba datang memasang patok di atas tanah yang sudah lama kami tempati,” ujarnya.

Kadar menambahkan, aksi kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada 17 Oktober lalu, warga juga turun ke jalan untuk menolak rencana konstatering, dan saat itu PN Kendari sempat menangguhkannya. Namun, keputusan untuk melanjutkan pencocokan lahan kembali muncul dan dijadwalkan dilakukan pada Kamis besok (30/10).

Sebagai informasi, rencana konstatering ini diajukan oleh Koperasi Perempangan dan Perikanan Soananto (Koppperson) setelah memenangkan sengketa lahan di PN Kendari. Eksekusi lahan tersebut sebenarnya sudah pernah dijadwalkan pada tahun 1998, namun tertunda karena pihak koperasi tidak dapat menunjukkan secara pasti lokasi lahan yang disengketakan.*(red)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News