Pendidikan

Potensi Kelapa Batu Jaya Diolah Jadi VCO, Warga Belajar Produksi Skala Rumah Tangga

19
×

Potensi Kelapa Batu Jaya Diolah Jadi VCO, Warga Belajar Produksi Skala Rumah Tangga

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Kelapa yang selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat pesisir Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diperkenalkan sebagai bahan baku produk bernilai tambah melalui praktik produksi Virgin Coconut Oil (VCO).

Kegiatan tersebut dilakukan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai bagian dari program Produksi Virgin Coconut Oil pada Periode II Tahun 2026.

Program dipimpin Delaney Violet Oey, mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA UGM. Praktik produksi dilakukan di tiga tempat dengan jumlah kelapa yang berbeda sehingga masyarakat dapat melihat penerapan metode produksi pada skala rumah tangga yang beragam.

Proses dimulai dengan mempersiapkan kelapa dan memperoleh santan melalui pemerasan menggunakan air serta peralatan yang tersedia di masyarakat. Santan kemudian ditempatkan dalam wadah bersih dan didiamkan hingga terjadi pemisahan lapisan.

Warga diperkenalkan pada prinsip pembuatan VCO yang tidak menjadikan pemanasan tinggi sebagai tahap utama. Minyak diperoleh melalui proses pemisahan secara bertahap, kemudian dipisahkan dan disaring sebelum dimasukkan ke wadah bersih dan kering.

Salah satu praktik dilakukan bersama Mama Anna dan warga lainnya. Keterlibatan langsung tersebut membuat peserta dapat mengikuti proses pengolahan kelapa sejak tahap awal hingga menghasilkan minyak.

“Biasanya kelapa di sini lebih sering kami gunakan untuk santan atau masakan sehari-hari. Setelah praktik bersama, saya jadi tahu ada cara lain untuk mengolah kelapa menjadi VCO. Menarik juga karena prosesnya bisa dilakukan dengan peralatan yang ada di rumah,” ujar Mama Anna.

Kebersihan menjadi salah satu aspek yang ditekankan selama praktik. Peserta diarahkan menggunakan alat yang bersih, meminimalkan kontak langsung dengan tangan, serta memastikan wadah penyimpanan dalam kondisi kering.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM, selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Melalui praktik ini, kelapa yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat diperkenalkan kembali sebagai komoditas yang dapat diolah menjadi produk dengan nilai guna lebih beragam.(*)

 

Editor:NZ