Pendidikan

Buka Jendela Masa Depan Anak Batu Jaya, KKN-PPM UGM Kenalkan Beragam Profesi dan Tumbuhkan Cita-Cita

181
×

Buka Jendela Masa Depan Anak Batu Jaya, KKN-PPM UGM Kenalkan Beragam Profesi dan Tumbuhkan Cita-Cita

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Cita-cita seorang anak sering kali berawal dari hal-hal yang mereka lihat, dengar, dan kenal dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ketika wawasan mengenai pilihan masa depan masih terbatas, ruang untuk bermimpi pun dapat terasa semakin sempit.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan Pengenalan Profesi untuk Membangun Cita-Cita dan Semangat Belajar Anak Sekolah Dasar di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Program tersebut diinisiasi oleh Nazwa Karunia Azani, mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, setelah melihat pentingnya memperluas wawasan anak-anak mengenai beragam pilihan pendidikan dan profesi di masa depan.

Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan KKN, sebagian besar lulusan SMA di lingkungan Desa Batu Jaya cenderung langsung memasuki dunia kerja. Sementara itu, anak-anak usia sekolah dasar masih memiliki keterbatasan akses dan paparan terhadap informasi mengenai beragam profesi yang dapat menjadi pilihan mereka kelak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya membuka pandangan anak-anak bahwa masa depan menawarkan lebih banyak pilihan daripada yang selama ini mereka kenal.

Berbagai profesi diperkenalkan kepada anak-anak melalui materi visual, gambar, penjelasan sederhana, dan sesi interaktif.

Anak-anak tidak hanya diajak mengenal nama sebuah pekerjaan, tetapi juga memahami gambaran mengenai tugas, keterampilan, serta proses pendidikan dan pembelajaran yang dapat ditempuh untuk mencapai profesi tersebut.

Bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, sains, hingga industri kreatif menjadi sebagian dari dunia profesi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.

Kami ingin anak-anak mengetahui bahwa ada banyak pilihan untuk masa depan mereka. Profesi yang mereka kenal tidak harus terbatas pada pekerjaan yang sering mereka lihat di lingkungan sekitar. Harapannya, setelah kegiatan ini mereka semakin berani memiliki cita-cita dan semangat untuk terus belajar,” ujar Nazwa Karunia Azani.

Pendekatan kegiatan dibuat dekat dengan karakter anak sekolah dasar. Suasana pembelajaran berlangsung santai dan interaktif, sehingga peserta dapat bertanya, menyampaikan pendapat, serta berbagi cerita mengenai cita-cita yang mereka miliki.

Beberapa anak tampak antusias ketika mengenal profesi yang sebelumnya belum pernah mereka ketahui. Diskusi yang berlangsung juga membuka kesempatan bagi mereka untuk memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki peran, keterampilan, dan proses yang berbeda.

Kegiatan pengenalan profesi tidak hanya berfokus pada pemberian informasi. Anak-anak juga didorong untuk berani membayangkan masa depan dan mengungkapkan cita-cita yang ingin mereka raih.

Dalam sesi interaktif, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan keinginan masing-masing. Beragam jawaban muncul, menunjukkan bahwa anak-anak memiliki imajinasi dan harapan yang beragam tentang masa depan mereka.

Menurut Nazwa, keberanian untuk memiliki cita-cita perlu ditumbuhkan sejak dini, terutama dengan memberikan anak-anak pemahaman bahwa latar belakang dan lingkungan tempat mereka tumbuh bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi.

Memiliki cita-cita tentu harus disertai dengan proses. Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar, tekun, dan terus mengembangkan kemampuan merupakan bagian penting untuk mendekatkan mereka pada tujuan yang ingin dicapai,” katanya.(5/8/2026)

Melalui pendekatan tersebut, cita-cita diharapkan tidak hanya menjadi jawaban ketika anak-anak ditanya mengenai pekerjaan impian. Lebih dari itu, mereka mulai memahami bahwa setiap tujuan membutuhkan usaha, pendidikan, keterampilan, dan kemauan untuk terus berkembang.

Sebagai media pendukung, kegiatan juga dilengkapi dengan poster edukasi mengenai beragam profesi dan motivasi belajar.

Poster tersebut dirancang dengan tampilan visual yang mudah dipahami anak-anak. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa terdapat banyak pilihan profesi dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.

Pesan-pesan motivasi yang disampaikan melalui media tersebut juga menekankan pentingnya belajar dan berani mengenali potensi diri.

Dengan ditempatkannya media visual di lingkungan sekolah, pesan kegiatan diharapkan tidak berhenti setelah sesi pengenalan profesi selesai. Anak-anak dapat kembali melihat informasi tersebut sebagai pengingat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Bagi anak-anak Desa Batu Jaya, kegiatan tersebut menjadi langkah sederhana untuk melihat dunia yang lebih luas. Mereka diperkenalkan pada berbagai kemungkinan masa depan dan diberi ruang untuk menyampaikan mimpi yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka bayangkan.

Sebab, sebuah cita-cita dapat berawal dari satu informasi sederhana. Dari mengenal satu profesi, seorang anak mulai membayangkan masa depannya. Dan dari keberanian untuk bermimpi, tumbuh semangat untuk belajar dan melangkah lebih jauh.(*)

 

Editor:Nz