NewsMetroPendidikan

MPLS Sekolah Rakyat Kendari, Kominfo Bekali Siswa Cerdas Bermedia dan Bijak Gunakan HP

21
×

MPLS Sekolah Rakyat Kendari, Kominfo Bekali Siswa Cerdas Bermedia dan Bijak Gunakan HP

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Perkembangan teknologi digital membuka banyak peluang bagi generasi muda, tetapi juga membawa risiko jika tidak digunakan secara bijak. Pesan tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, SP., MM, saat menjadi pemateri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari, Senin (10/8/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak 29 Juli hingga 10 Agustus 2026 di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu tersebut, Sahuriyanto mengajak peserta didik baru memahami penggunaan media sosial dan handphone secara sehat, aman, serta produktif.

Mengangkat tema “Cerdas Bermedia dan Bijak Menggunakan Handphone”, ia menekankan bahwa teknologi tidak seharusnya hanya menjadi sarana hiburan. Bagi pelajar, internet dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, hingga membangun prestasi.

“Media sosial ini bukan hanya tempat scroll. Kita bisa mendapatkan informasi, belajar, berkarya, berprestasi, berbagi kreativitas, bahkan mendukung usaha dan membangun reputasi diri melalui konten-konten positif,” ujar Sahuriyanto.

Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Setiap aktivitas di ruang digital meninggalkan jejak yang dapat tersimpan dalam waktu panjang sehingga siswa perlu berhati-hati sebelum mengunggah maupun membagikan sesuatu.

Ia mengajak siswa menerapkan kebiasaan sederhana sebelum membagikan informasi, yakni membaca dengan teliti, tidak langsung bereaksi ketika emosi, memeriksa kebenaran informasi, mempertimbangkan dampaknya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut layak dibagikan.

“Kita harus cepat membaca, tetapi lambat membagikan. Sebelum share, periksa dulu apakah informasinya benar, aman, bermanfaat dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Sahuriyanto juga memperkenalkan sejumlah ancaman yang perlu diwaspadai pelajar di dunia maya, mulai dari hoaks, cyberbullying, penipuan daring, pencurian data pribadi, akun diretas hingga paparan konten yang tidak sesuai.

Karena itu, siswa diminta tidak sembarangan memberikan data pribadi maupun membuka tautan mencurigakan. Pengamanan akun juga perlu diperkuat dengan memanfaatkan fitur keamanan, termasuk autentikasi dua faktor.

Tak hanya soal media sosial, penggunaan handphone juga menjadi perhatian. Sahuriyanto mengatakan persoalan utama bukan semata-mata apakah siswa boleh menggunakan handphone, tetapi bagaimana perangkat tersebut digunakan dan seberapa lama penggunaannya.

“Bukan hanya boleh pakai HP atau tidak, tetapi dipakai untuk apa dan berapa lama? Handphone yang sama ketika berada di tangan kita bisa memberikan hasil yang berbeda, tergantung bagaimana kita menggunakannya,” katanya.

Ia mendorong peserta didik memanfaatkan handphone untuk mencari bahan pembelajaran, mengerjakan tugas, membaca referensi, berkomunikasi, membuat karya, memproduksi konten kreatif hingga mengembangkan keterampilan baru.

Di sisi lain, penggunaan perangkat digital tidak boleh mengganggu waktu belajar, istirahat, interaksi bersama keluarga maupun aktivitas penting lainnya.

Sahuriyanto turut mengapresiasi penerapan pembatasan penggunaan media sosial dan handphone di lingkungan Sekolah Rakyat. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih fokus sekaligus membangun kebiasaan digital yang sehat sejak dini.

Ia berharap peserta didik Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi generasi yang cakap digital, memiliki etika, memahami keamanan digital dan mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana kita membentuk masyarakat yang cakap digital, aman dan produktif. Anak-anak inilah yang nantinya menjadi generasi penerus, sehingga sejak sekarang harus dibekali kemampuan untuk menggunakan teknologi secara cerdas dan bijak,” tuturnya.

Melalui MPLS, peserta didik tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan dan tata tertib sekolah, tetapi juga dibekali pengetahuan yang relevan dengan tantangan kehidupan di era digital. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya pelajar yang disiplin, berkarakter sekaligus mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar dan berkembang.(SM)