Bencana / KecelakaanDaerahNews

Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Boepinang Bombana Memasuki Hari Keempat, Korban Belum Ditemukan

89
×

Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Boepinang Bombana Memasuki Hari Keempat, Korban Belum Ditemukan

Share this article

TERAMEDIA.ID, Bombana – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di sekitar Perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, memasuki hari keempat pada Senin (9/6/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari mengungkapkan bahwa hingga pukul 17.15 Wita, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban. Pencarian yang dilakukan sepanjang hari berakhir dengan hasil nihil sehingga operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (10/6/2026) pukul 07.00 Wita.

Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (Laki/37), warga Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Amiruddin A.S, Kepala KPP Kendari (Basarnas Kendari) Berdasarkan informasi yang dihimpun Basarnas, peristiwa hilangnya korban bermula pada 5 Juni 2026 sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, juragan kapal pa’gae bernama H. Daeng Gassing bersama 11 anak buah kapal berangkat melaut untuk menangkap ikan.

“Sekitar pukul 17.45 Wita, kapal tersebut mulai melepas jaring. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 18.45 Wita, korban meminta izin untuk buang air besar di laut dengan menggunakan alat pelampung berupa gabus, sementara kru lainnya tetap melakukan penarikan jaring ikan. Pada pukul 19.30 Wita, setelah seluruh jaring berhasil dinaikkan ke atas kapal, juragan kapal menyalakan mesin dan berupaya mencari keberadaan korban. Namun, korban tidak ditemukan. Pencarian awal yang dilakukan oleh awak kapal juga tidak membuahkan hasil hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwenang.” ungkapnya

Dalam operasi pencarian, sejumlah unsur SAR gabungan dilibatkan, antara lain KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos TNI AL Bombana, Babinsa Larete dan Puulemo, SROP Kolaka dan Selayar, Satpol PP Bombana, Samapta Polres Kolaka, aparat Kelurahan Puulemo, kru longboat, kru kapal pa’gae, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.

Tim SAR juga mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal pa’gae, longboat, peralatan medis SAR, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan pendukung lainnya.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah. Berdasarkan data BMKG, kecepatan angin mencapai 16 kilometer per jam dari arah timur laut dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, menyatakan bahwa upaya pencarian akan kembali dilanjutkan dengan melibatkan seluruh unsur SAR gabungan untuk memperluas area pencarian dan meningkatkan peluang menemukan korban.(*AN)

Editor:NZ