NewsMetro

Pemkot Kendari Siapkan PPPK Profesional Lewat Program Orientasi Digital

59
×

Pemkot Kendari Siapkan PPPK Profesional Lewat Program Orientasi Digital

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya aparatur melalui penguatan kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui pelaksanaan Massive Open Online Course (MOOC) atau program orientasi berbasis digital yang digelar bagi PPPK Tahun Anggaran 2024 Tahap II. Kegiatan ini berlangsung di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan MOOC menjadi pintu awal bagi puluhan PPPK untuk memahami nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), etika pemerintahan, hingga peran strategis mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Program MOOC merupakan pelatihan orientasi mandiri berbasis daring yang difasilitasi oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Melalui sistem pembelajaran digital, peserta diberikan materi yang dapat diakses secara fleksibel selama masa orientasi berlangsung.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan bahwa orientasi bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi bekal penting bagi PPPK dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Di hadapan peserta, Sudirman mengingatkan bahwa perjalanan karier ASN terbuka bagi siapa saja yang memiliki komitmen, integritas, dan kemauan untuk terus berkembang.

Ia bahkan membagikan pengalaman pribadinya yang pernah memulai karier sebagai tenaga honorer di Kota Kendari sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan Wakil Wali Kota.

“Yang paling penting adalah tanggung jawab. Apa pun tugas yang diberikan, laksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Dari situlah profesionalisme akan terbentuk,” ujarnya.

Menurut Sudirman, ASN dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti proses pembelajaran dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam lingkungan kerja masing-masing.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, menjelaskan bahwa orientasi digital ini dirancang untuk memperkuat pemahaman PPPK mengenai nilai-nilai ASN sekaligus meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan birokrasi modern.

Menurutnya, status ASN bukan hanya melekat saat jam kerja berlangsung, melainkan menjadi identitas yang harus dijaga sepanjang masa pengabdian.

“Integritas, etika, dan perilaku sebagai ASN harus dijaga setiap saat. Karena status ASN melekat pada diri kita, bukan hanya ketika berada di kantor,” kata Alfian.

Ia menjelaskan, pembelajaran MOOC akan berlangsung selama 14 hari dan ditutup dengan tahapan evaluasi. Seluruh materi disampaikan secara daring melalui platform yang disediakan LAN RI.

Sebanyak 66 peserta mengikuti program tersebut. Mereka terdiri atas 29 tenaga guru, 23 tenaga kesehatan, dan 12 tenaga teknis yang berasal dari PPPK Tahun Anggaran 2024 Tahap II. Selain itu, terdapat dua peserta tambahan dari PPPK Tahun Anggaran 2024 Tahap I.

Melalui orientasi ini, Pemkot Kendari berharap PPPK mampu menginternalisasi nilai-nilai ASN dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Tidak hanya memahami aturan birokrasi, para peserta juga diharapkan menjadi aparatur yang adaptif, responsif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Di tengah tuntutan transformasi digital dalam pemerintahan, program MOOC menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan ASN baru memiliki kapasitas yang memadai. Dengan penguatan kompetensi sejak awal masa pengabdian, Pemkot Kendari optimistis PPPK dapat menjadi motor penggerak birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.(SM)