NasionalNews

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

72
×

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global

Share this article

TERAMEDIA.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun perekonomian global menghadapi tekanan akibat inflasi yang meningkat, tingginya harga energi, serta ketidakpastian pasar keuangan internasional. Dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Mei 2026, OJK menilai ketahanan sektor keuangan Indonesia masih kuat dengan pertumbuhan intermediasi yang positif dan tingkat solvabilitas yang tetap tinggi.

Di sektor perbankan, kredit tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun pada April 2026, didukung pertumbuhan kredit investasi dan korporasi. Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,17 persen, sementara permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) 23,97 persen.

Sementara itu, pasar modal domestik mengalami konsolidasi di tengah ketidakpastian global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38 pada akhir Mei 2026, namun likuiditas pasar tetap terjaga dan jumlah investor terus meningkat hingga mencapai 27,75 juta investor.

Pada sektor asuransi dan dana pensiun, total aset industri asuransi mencapai Rp1.202,16 triliun, sedangkan aset dana pensiun tumbuh 6,12 persen menjadi Rp1.690,64 triliun. Di sektor pembiayaan, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 2,08 persen menjadi Rp514,65 triliun, sementara outstanding pinjaman daring (Pindar) meningkat 26,11 persen menjadi Rp102,07 triliun.

OJK juga terus memperkuat pengawasan dan perlindungan konsumen melalui penindakan terhadap pelanggaran di berbagai sektor jasa keuangan, pemberantasan aktivitas keuangan ilegal, serta penguatan literasi keuangan masyarakat. Selain itu, OJK menyiapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk penguatan regulasi pasar modal, perasuransian, aset digital, dan sektor keuangan berkelanjutan. (*AN)

Editor:NZ