Pendidikan

KKN-PPM UGM Latih Warga Desa Batu Jaya Konawe Selatan Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

176
×

KKN-PPM UGM Latih Warga Desa Batu Jaya Konawe Selatan Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Ketergantungan terhadap pestisida kimia masih menjadi salah satu tantangan dalam praktik pertanian di berbagai daerah. Menjawab kondisi tersebut, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Sub Unit Desa Batu Jaya menggelar pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM.

Pelatihan dipimpin langsung oleh Malista Handia Dhuhari, mahasiswa Fakultas Peternakan UGM. Dalam kegiatan tersebut, ia memperkenalkan pemanfaatan daun pepaya sebagai bahan alami yang dapat digunakan untuk membantu mengendalikan hama tanaman.

Menurut Malista, daun pepaya mengandung sejumlah senyawa aktif, seperti alkaloid, papain, dan flavonoid, yang berpotensi membantu mengurangi serangan hama. Pemanfaatan bahan alami ini juga dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia secara berlebihan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak penggunaan pestisida kimia terhadap kesehatan, kesuburan tanah, dan keseimbangan lingkungan. Peserta juga diajak memahami pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Daun pepaya dicacah, kemudian dicampurkan dengan bahan pendukung dan difermentasi menggunakan metode sederhana. Proses tersebut dirancang agar dapat diterapkan kembali oleh masyarakat dengan memanfaatkan peralatan rumah tangga.

Selama praktik berlangsung, masyarakat tampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari komposisi bahan, cara penyimpanan, hingga teknik aplikasi pestisida nabati pada tanaman.

“Daun pepaya mudah ditemukan di sekitar rumah sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membuat pestisida alami. Harapannya, pengetahuan ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam kegiatan pertanian sehari-hari,” ujar Malista Handia Dhuhari.(2/8/2026)

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi selama pelatihan. Sejumlah peserta mengaku baru mengetahui bahwa daun pepaya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pestisida nabati dan tertarik untuk mencoba mengaplikasikannya pada tanaman yang mereka budidayakan.

Selain menambah pengetahuan, kegiatan tersebut juga memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Melalui program ini, warga Desa Batu Jaya diharapkan memiliki alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar desa.

Tim KKN-PPM UGM berharap inovasi sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mendorong praktik pertanian yang lebih sehat, hemat biaya, dan berkelanjutan di Desa Batu Jaya.(*)