Pendidikan

Dari Botol Bekas untuk Desa Bersih: KKN-PPM UGM Hadirkan Drop Box Plastik di Batu Jaya

339
×

Dari Botol Bekas untuk Desa Bersih: KKN-PPM UGM Hadirkan Drop Box Plastik di Batu Jaya

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Permasalahan sampah plastik masih menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk di kawasan pedesaan. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan sebuah langkah sederhana namun bermakna melalui pembuatan drop box botol plastik di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya. Kehadiran drop box diharapkan dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah, khususnya botol plastik bekas minuman, sejak dari sumbernya.

Gagasan pembuatan drop box ini diinisiasi oleh Ahmad Maftuhul Hikam, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UGM. Fasilitas tersebut dirancang sebagai wadah khusus untuk mengumpulkan botol plastik agar tidak tercampur dengan jenis sampah lainnya atau dibuang sembarangan.

Sampah plastik, terutama botol bekas minuman, menjadi salah satu jenis limbah rumah tangga yang membutuhkan perhatian khusus karena sulit terurai secara alami. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut berpotensi menumpuk dan mencemari lingkungan.

Melalui drop box yang disediakan, masyarakat diajak untuk mulai memisahkan botol plastik dari sampah lainnya. Pemilahan ini diharapkan dapat memudahkan proses pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali maupun daur ulang.

“Pembuatan drop box ini memang sederhana, tetapi kami berharap dapat menjadi langkah awal untuk membiasakan masyarakat mengumpulkan sampah botol plastik pada tempat yang telah disediakan,” ujar Ahmad Maftuhul Hikam.

Lebih dari sekadar menghadirkan fasilitas fisik, program ini juga membawa pesan penting tentang perubahan kebiasaan. Menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai melalui kegiatan berskala besar. Kebiasaan sederhana, seperti membuang dan memilah sampah pada tempatnya secara konsisten, dapat menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih dan tertata.

Keberadaan drop box juga menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk mengenali pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Botol plastik yang dikumpulkan secara terpisah memiliki peluang lebih besar untuk dikelola kembali dibandingkan sampah yang telah tercampur dengan berbagai jenis limbah lainnya.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-PPM UGM dalam mendukung kebersihan lingkungan Desa Batu Jaya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan KKN Unit SG004 Sub Unit Batu Jaya mendapat pendampingan dari Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Melalui langkah kecil ini, mahasiswa berharap drop box botol plastik dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi bagian dari kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah di Desa Batu Jaya.

Sebab, perubahan besar dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana: satu botol dipilah, satu kebiasaan baik dimulai, dan satu langkah kecil diambil untuk menciptakan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan.(*)

 

Editor:NZ