Pendidikan

KKN-PPM UGM Hadirkan Peta Informasi Desa Batu Jaya, Mudahkan Warga Mengenali Wilayah dan Potensi Desa

256
×

KKN-PPM UGM Hadirkan Peta Informasi Desa Batu Jaya, Mudahkan Warga Mengenali Wilayah dan Potensi Desa

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Mengenali sebuah desa kini tidak harus selalu melalui penjelasan lisan. Melalui sebuah peta, berbagai informasi penting mengenai fasilitas, batas wilayah, hingga potensi desa dapat disajikan dalam satu gambaran yang mudah dipahami.

Berangkat dari kebutuhan akan akses informasi wilayah yang lebih jelas, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya menginisiasi program Pembuatan Peta Informasi Desa Batu Jaya.

Program ini dilaksanakan di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagai upaya menyediakan informasi spasial yang lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Gagasan tersebut diinisiasi oleh Melani Fatikan, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.

Peta informasi disusun untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi wilayah Desa Batu Jaya, termasuk lokasi berbagai fasilitas dan titik penting yang dapat menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pihak luar.

Proses pembuatan peta diawali dengan pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai sejumlah titik penting yang berada di wilayah Desa Batu Jaya. Data tersebut kemudian disusun dalam bentuk visual agar persebaran fasilitas dan bagian-bagian wilayah desa dapat dikenali dengan lebih mudah.

Peta informasi memuat sejumlah fasilitas dan lokasi penting, di antaranya balai desa, sekolah, posyandu, lapangan, kawasan pantai, serta informasi mengenai batas wilayah desa.

Penyajian informasi dalam bentuk visual diharapkan dapat membantu masyarakat memahami hubungan dan persebaran berbagai fasilitas tersebut dalam satu kesatuan wilayah.

Pembuatan peta ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali wilayah Desa Batu Jaya dengan lebih mudah, terutama dalam mengetahui lokasi fasilitas dan titik-titik penting yang ada di desa,” ujar Melani Fatikan.(3/8/2026)

Menurutnya, peta tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk lokasi, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengenali karakteristik wilayah secara lebih menyeluruh.

Proses penyusunan peta juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenali Desa Batu Jaya secara lebih dekat. Informasi mengenai lokasi berbagai fasilitas dikumpulkan dan diolah agar dapat ditampilkan secara sistematis dalam sebuah media informasi yang mudah dipahami.

Keberadaan peta ini diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi warga yang telah mengenal wilayah desa, tetapi juga bagi pendatang maupun pihak lain yang membutuhkan gambaran mengenai Desa Batu Jaya.

Dengan adanya informasi visual, seseorang dapat lebih mudah memahami lokasi suatu fasilitas tanpa harus sepenuhnya bergantung pada penjelasan secara lisan.

Selain menjadi sumber informasi, peta juga berpotensi menjadi media pendukung dalam memperkenalkan potensi Desa Batu Jaya. Sebagai wilayah pesisir, keberadaan kawasan pantai menjadi salah satu karakter penting desa yang turut dapat dikenali melalui pemetaan.

Program pembuatan Peta Informasi Desa Batu Jaya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berupaya menyesuaikan hasil program dengan kondisi serta kebutuhan informasi yang ada di lingkungan desa.

Kegiatan KKN-PPM tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Melalui program ini, mahasiswa berharap peta informasi dapat menjadi salah satu keluaran yang terus dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, Peta Informasi Desa Batu Jaya bukan sekadar gambar yang menunjukkan letak suatu tempat. Lebih dari itu, peta tersebut menjadi media untuk membantu masyarakat mengenali ruang tempat mereka tinggal, memahami persebaran fasilitas, serta melihat berbagai bagian desa sebagai satu kesatuan yang saling terhubung.

Dari sebuah peta, masyarakat dapat mengetahui arah. Dari informasi yang tertata, potensi wilayah lebih mudah dikenali. Dan dari pemahaman terhadap ruang tempat tinggal, langkah untuk membangun desa dapat dimulai dengan lebih terarah.(*)

 

Editor:NZ