Pendidikan

Dari Pantai Menjadi Karya: KKN-PPM UGM Ajak Anak Batu Jaya Sulap Kulit Kerang Jadi Bingkai Foto Kreatif

194
×

Dari Pantai Menjadi Karya: KKN-PPM UGM Ajak Anak Batu Jaya Sulap Kulit Kerang Jadi Bingkai Foto Kreatif

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan– Cangkang kerang yang kerap ditemukan di kawasan pesisir ternyata dapat menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak untuk berkarya. Melalui tangan-tangan kreatif, bahan sederhana dari lingkungan sekitar itu disulap menjadi hiasan bingkai foto yang unik dan penuh warna.

Suasana ceria pun terlihat saat anak-anak Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, mengikuti kegiatan pembuatan kerajinan bingkai foto berhias kulit kerang yang digelar mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan tersebut tidak hanya mengajak anak-anak berkreasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan potensi lingkungan pesisir yang berada di sekitar mereka.

Program ini dilaksanakan oleh Nazwa Karunia Azani, mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, במסגרת kegiatan KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Pelaksanaan kegiatan berada di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Menurut Nazwa, sebagai desa yang berada di kawasan pesisir, Batu Jaya memiliki berbagai potensi lingkungan yang dapat menjadi sumber inspirasi kegiatan kreatif. Salah satunya adalah kulit atau cangkang kerang yang dapat dimanfaatkan sebagai material tambahan untuk membuat kerajinan sederhana.

“Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan bahwa bahan yang tersedia di lingkungan sekitar tidak selalu harus dianggap sebagai limbah. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, bahan sederhana dapat memiliki nilai estetika dan menjadi bagian dari sebuah karya.” tutur nazwa (3/8/2026)

Anak-anak terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai bahan dan tahapan pembuatan bingkai. Selanjutnya, mereka mulai menghias bingkai menggunakan kulit kerang yang telah disiapkan.

Dengan pendampingan mahasiswa KKN, anak-anak mencoba menata dan menempelkan kerang sesuai dengan imajinasi masing-masing. Tidak ada dua karya yang benar-benar sama.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak tampak bersemangat memilih bentuk kerang, menentukan susunan hiasan, hingga menyelesaikan bingkai kreasi mereka sendiri.

Keseruan kegiatan tidak berhenti pada pembuatan bingkai. Anak-anak juga diajak membuat gambar pemandangan yang terinspirasi dari lingkungan tempat tinggal mereka.

Laut, pantai, serta berbagai gambaran kehidupan di Desa Batu Jaya menjadi sumber inspirasi yang dituangkan dalam gambar.

Bagian menggambar menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian peserta. Anak-anak diberikan kebebasan untuk menggambarkan lingkungan yang mereka kenal dan lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar yang telah selesai kemudian dipadukan dengan bingkai berhias kulit kerang buatan mereka sendiri. Hasilnya, setiap peserta memiliki karya personal yang dapat dipajang sebagai kenang-kenangan sekaligus bentuk apresiasi terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Keceriaan tampak ketika anak-anak menunjukkan hasil karya masing-masing. Susunan kerang dan gambar yang berbeda-beda menjadi cerminan kreativitas serta karakter unik setiap peserta.

Lebih dari sekadar kegiatan membuat kerajinan, program ini juga menjadi sarana pengenalan awal mengenai potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif.

Anak-anak diperkenalkan secara sederhana bahwa keterampilan membuat kerajinan dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikembangkan dengan kreativitas, kualitas, dan pemasaran yang baik.

Pengenalan tersebut dinilai penting karena anak-anak merupakan generasi yang kelak dapat ikut mengembangkan potensi Desa Batu Jaya.

Melalui kegiatan sederhana seperti membuat bingkai foto, mereka diajak melihat bahwa lingkungan sekitar menyimpan banyak sumber inspirasi dan peluang yang dapat dikembangkan.

Bagi anak-anak, kegiatan tersebut bukan sekadar menempelkan kulit kerang pada sebuah bingkai. Mereka belajar mengolah ide menjadi karya, bekerja dengan teliti, mencoba hal baru, serta menghargai hasil kreativitas sendiri.

Melalui kegiatan KKN-PPM UGM ini, pemanfaatan kulit kerang diharapkan menjadi contoh sederhana bahwa potensi lingkungan pesisir dapat diperkenalkan kepada anak-anak melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.

Dari cangkang yang ditemukan di pesisir, lahir karya penuh imajinasi. Dari sebuah kegiatan sederhana, tumbuh keberanian untuk berkreasi dan mengenali bahwa lingkungan sekitar menyimpan potensi besar untuk masa depan.