Pendidikan

Jaga Aliran Air Bersih, Mahasiswa KKN-PPM UGM dan Warga Bangun Jembatan Penyangga Pipa di Desa Batu Jaya

333
×

Jaga Aliran Air Bersih, Mahasiswa KKN-PPM UGM dan Warga Bangun Jembatan Penyangga Pipa di Desa Batu Jaya

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Air bersih merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Di Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, kebutuhan tersebut selama bertahun-tahun dipenuhi melalui aliran mata air dari kawasan perbukitan yang disalurkan ke permukiman warga menggunakan jaringan pipa.

Namun, keberlangsungan distribusi air bersih itu sempat menghadapi tantangan. Salah satu jalur pipa yang menghubungkan sumber mata air dengan permukiman berada dalam kondisi rawan karena melintasi bentangan tanpa penyangga yang memadai.

Kondisi tersebut menyebabkan pipa mengalami bending atau melengkung akibat menahan beban sendiri serta tekanan aliran air. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu kerusakan, mulai dari retak dan patah hingga kebocoran yang dapat mengganggu pasokan air bersih bagi warga.

Berangkat dari hasil observasi di lapangan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan solusi sederhana melalui pembangunan jembatan penyangga pipa air di Desa Batu Jaya.

Program tersebut digagas oleh Ahmad Maftuhul Hikam, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UGM. Bersama Tim KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya, gagasan itu diwujudkan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Pembangunan dimulai dengan menentukan titik penyangga yang aman dan strategis. Selanjutnya, mahasiswa bersama warga menyiapkan material dan membangun konstruksi jembatan sederhana yang dirancang untuk menopang jalur pipa.

Dengan adanya penyangga tersebut, posisi pipa menjadi lebih stabil. Beban yang sebelumnya bertumpu pada pipa dapat dikurangi sehingga risiko bending, patah, maupun kebocoran diharapkan dapat diminimalkan.

Proses pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong. Mahasiswa dan masyarakat saling bahu-membahu mengangkut material, merakit konstruksi, hingga memastikan pipa terpasang dengan posisi yang lebih kuat dan aman.

Kebersamaan yang terbangun selama pengerjaan menjadi gambaran nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum yang memiliki peran penting bagi kehidupan warga.

“Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat. Kehadiran jembatan penyangga ini diharapkan dapat menjaga kekuatan jaringan pipa sehingga distribusi air ke rumah-rumah warga tetap berjalan dengan baik,” ujar Repelita, Kepala Desa Batu Jaya.

Keberadaan jembatan penyangga tersebut kini diharapkan dapat membantu menjaga jalur distribusi air bersih dari mata air di kawasan perbukitan menuju permukiman warga. Infrastruktur sederhana ini juga diharapkan mampu memperpanjang umur layanan jaringan pipa yang telah dimanfaatkan masyarakat selama bertahun-tahun.

Bagi masyarakat Desa Batu Jaya, pembangunan penyangga pipa bukan sekadar pembangunan konstruksi. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Program pembangunan jembatan penyangga pipa air ini merupakan bagian dari kegiatan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan jembatan penyangga pipa air diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

Dari konstruksi sederhana yang dibangun secara gotong royong, harapan besar pun mengalir: memastikan air bersih tetap sampai ke rumah-rumah warga dan terus menjadi penopang kehidupan masyarakat Desa Batu Jaya.