Pendidikan

Gapura Baru, Wajah Baru Desa Batu Jaya: Kolaborasi KKN-PPM UGM dan Warga Perkuat Identitas Wilayah

197
×

Gapura Baru, Wajah Baru Desa Batu Jaya: Kolaborasi KKN-PPM UGM dan Warga Perkuat Identitas Wilayah

Share this article

TERAMEDAI.ID, Konawe Selatan – Setiap desa memiliki cerita dan identitas yang membedakannya dari wilayah lain. Kini, Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, memiliki penanda baru yang menyambut setiap orang yang datang.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama pemerintah desa dan masyarakat membangun gapura batas Desa Batu Jaya sebagai penanda wilayah sekaligus simbol identitas dan kebanggaan masyarakat setempat.

Pembangunan gapura tersebut berangkat dari kondisi sebelumnya, ketika batas wilayah Desa Batu Jaya belum memiliki penanda yang jelas. Situasi ini membuat masyarakat maupun pendatang kesulitan mengetahui secara pasti titik masuk ke wilayah desa.

Selain sebagai penanda geografis, belum adanya gapura juga membuat identitas Desa Batu Jaya sebagai salah satu kawasan pesisir di Kecamatan Laonti belum tergambarkan secara optimal.

Melalui hasil observasi lapangan, Ahmad Maftuhul Hikam, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), menggagas pembangunan gapura sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pendukung sekaligus identitas Desa Batu Jaya.

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-PPM UGM, pemerintah desa, dan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga proses konstruksi.

Pembangunan diawali dengan penentuan lokasi strategis sebagai titik batas desa. Selanjutnya, tim melakukan penyusunan desain, persiapan material, hingga pembangunan konstruksi gapura. Masyarakat turut mengambil bagian dalam berbagai tahapan pekerjaan sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

“Gapura bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi identitas yang memberikan kesan pertama bagi setiap orang yang memasuki Desa Batu Jaya. Kami berharap keberadaannya dapat menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap desanya,” ujar Repelita, Kepala Desa Batu Jaya.(4/8/2026)

 

Kehadiran gapura baru ini diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat dan pengunjung dalam mengenali batas wilayah, tetapi juga memperkuat karakter Desa Batu Jaya.

Bagi pendatang maupun tamu dari luar daerah, gapura dapat menjadi penanda awal yang memudahkan mereka mengenali lokasi. Sementara bagi masyarakat setempat, bangunan tersebut menjadi simbol bahwa desa memiliki identitas yang semakin jelas dan lingkungan yang terus berkembang.

Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, pembangunan gapura juga membuka ruang bagi tumbuhnya semangat kebersamaan. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat dimulai dari kebutuhan sederhana yang memberikan manfaat jangka panjang.

Keberadaan gapura juga diharapkan dapat mendukung pengembangan berbagai potensi Desa Batu Jaya di masa mendatang. Dengan kawasan yang semakin mudah dikenali dan tertata, desa memiliki salah satu elemen pendukung dalam memperkenalkan wilayahnya kepada masyarakat yang lebih luas.

Program pembangunan gapura batas desa ini merupakan bagian dari kegiatan KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Melalui kolaborasi yang terjalin, gapura yang kini berdiri di batas Desa Batu Jaya diharapkan tidak hanya menjadi penunjuk wilayah. Lebih dari itu, bangunan tersebut menjadi simbol kebersamaan antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih tertata.

Dari sebuah gapura, lahir penanda. Dari kebersamaan, tumbuh kebanggaan. Dan dari langkah sederhana, Desa Batu Jaya menegaskan identitasnya untuk menyambut masa depan.(*)

 

Editor:NZ