NewsMetro

Panen Padi Pascabanjir di Baruga, Produksi Sawah Kendari Tembus 5,5 Ton per Hektare

32
×

Panen Padi Pascabanjir di Baruga, Produksi Sawah Kendari Tembus 5,5 Ton per Hektare

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI-Sektor pertanian di Kota Kendari mulai bangkit setelah sempat terdampak banjir yang merendam ratusan hektare sawah beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari kini mempercepat pemulihan lahan pertanian agar produksi pangan tetap terjaga.

Pemulihan itu ditandai dengan panen padi bersama di lahan Kelompok Tani Samaturu II, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Sabtu (16/5/2026).

Panen dilakukan langsung Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka bersama Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan jajaran Forkopimda di atas lahan seluas 1,5 hektare.

Meski sebelumnya terdampak banjir, hasil panen di kawasan tersebut masih tergolong baik. Produktivitas sawah petani di Baruga diperkirakan mencapai sekitar 5,5 ton gabah per hektare.

Sebelum panen dilakukan, pemerintah juga menyerahkan bantuan benih padi dan pupuk kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan produksi pertanian pascabanjir.

Masing-masing kelompok tani menerima bantuan 10 kilogram benih padi dan 50 kilogram pupuk. Bantuan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani di kawasan Baruga, di antaranya Poktan Samaendre dan Poktan Samaturu II.

Siska Karina Imran mengatakan kondisi sawah yang sebelumnya terendam kini mulai membaik sehingga petani sudah kembali memasuki masa panen.

“Sudah mulai surut Alhamdulillah. Mudah-mudahan lahan yang masih tergenang juga bisa segera ikut panen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, menjelaskan bantuan pupuk dan benih berasal dari APBD Kota Kendari serta dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

Pada tahap awal, pemerintah menyerahkan sekitar 50 sak pupuk kepada kelompok tani terdampak banjir. Selain itu, bantuan benih padi dari kementerian juga akan kembali disalurkan untuk mendukung musim tanam kedua tahun 2026.

“Pemerintah pusat juga menyiapkan sekitar 235 ton benih padi untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian di Kota Kendari untuk masa tanam kedua,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Kendari, total potensi lahan sawah di kawasan Baruga mencapai 320 hektare. Namun akibat banjir, sekitar 151 hektare lahan sempat terdampak dan sekitar 73 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen.

Meski demikian, pemerintah memastikan sebagian besar lahan pertanian masih dapat diselamatkan. Saat ini sekitar 247 hektare sawah dinyatakan siap panen pada musim tanam pertama tahun 2026.

Pemerintah daerah juga memastikan pendampingan terhadap petani terus dilakukan agar aktivitas pertanian kembali normal dan produktivitas pangan tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Selain bantuan benih dan pupuk, pemerintah akan terus menyalurkan dukungan sarana produksi pertanian guna mempercepat pemulihan lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah pascabanjir.(SM)