NewsMetro

Berikut Besaran Jumlah Zakat Fitrah 1445 Hijriah/2024 Masehi di Kota Kendari, Sultra

957
×

Berikut Besaran Jumlah Zakat Fitrah 1445 Hijriah/2024 Masehi di Kota Kendari, Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Berikut besaran zakat fitrah 1445 Hijriah/2024 Masehi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

Hal itu berdasarkan kesepakatan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari, Kementerian Agama (Kemenag) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kendari, Kesra.

Forum Koodinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Camat, Lurah dan Tokoh agama lainnya, di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, Senin (18/3/2024).

Beras super 3,5 liter atau senilai Rp 59.000 per orang, beras premium 3,5 lite atau senilai Rp 53.000 per orang, beras dolog 3,5 liter atau senilai Rp 44.000.

Sementara zakat non beras seperti sagu Rp 31.000 per orang, jagung Rp 38.000 per orang dan umbi-umbian Rp 37.000 per orang.

Kemudian untuk nominal Infak Ramadhan per keluarga disepakati sebesar Rp. 20.000.

Sekretaris Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengatakan bagi masyarakat muslim Kota Kendari agar segera membayar zakat, baik melalui amil zakat maupun ke lembaga-lembaga resmi.

Penentuan lebih awal besaran jumlah zakat fitrah di Kota Kendari bukan tanpa sebab, melainkan agar zakat tersebut segera terkumpul untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan jelang Hari Raya Lebaran nanti.

“Waktunya masih panjang, jangan menunggu di waktu akhir apa lagi di malam takbiran. Harapannya supaya saudara-saudara kita yang berhak menerima itu bisa menikmati,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Badan Amil Zakat (Baznas), Amri Natsir mengajak warga masyarakat Kendari agar segera membayar zakat sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Hal itu menurutnya sesuai dengan moto Pj. Wali Kota Kendari, yaitu aman, nyaman dan bahagia.

“Kalau orang mengeluarkan zakat dia pasti merasa aman, nyaman dan bahagia, bgitupun bagi orang yang menerima zakat baik zakat bentuk beras maupun uang,” katanya.(NV)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News