Pendidikan

Dari Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif, Ibu PKK dan Pemuda Batu Jaya Bergotong Royong Bangun Ketahanan Pangan

203
×

Dari Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif, Ibu PKK dan Pemuda Batu Jaya Bergotong Royong Bangun Ketahanan Pangan

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Sebidang lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini perlahan berubah menjadi kebun produktif. Di bawah terik matahari, ibu-ibu PKK dan pemuda Desa Batu Jaya saling bahu-membahu membersihkan lahan, mengolah tanah, memasang pagar, hingga menyiapkan bedengan untuk ditanami berbagai jenis sayuran.

Semangat gotong royong itu menjadi bagian dari program pembuatan kebun bersama yang didampingi mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Sub Unit Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Program tersebut digagas oleh Mega Puspita Sari, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen FMIPA UGM.

Melalui pemanfaatan lahan kosong secara produktif, program ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat kerja sama masyarakat Desa Batu Jaya.

 

Kegiatan dimulai dengan membersihkan lahan secara bersama-sama. Gulma dibersihkan, tanah diolah, dan area kebun mulai ditata untuk mempersiapkan proses penanaman.

Ibu-ibu PKK menjadi salah satu penggerak utama dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, para pemuda desa turut mengambil peran dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih besar, seperti mencangkul tanah dan mengangkut material.

Kebersamaan terlihat sepanjang proses pengerjaan.

Warga saling membantu memasang pagar kayu, menyiapkan bedengan, hingga memastikan lahan siap digunakan sebagai kebun.

Setelah tahap persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengecatan pagar dan penanaman bibit sayuran secara bersama-sama.

Ibu-ibu PKK tampak antusias menanam berbagai jenis sayuran yang nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Tidak hanya untuk kebutuhan keluarga, hasil kebun juga berpotensi menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat apabila dikelola secara optimal.

Di sela aktivitas, obrolan ringan dan tawa warga membuat pekerjaan terasa lebih ringan. Kebun bersama pun tidak hanya menjadi tempat bercocok tanam, tetapi juga ruang untuk bertemu dan mempererat hubungan antarwarga.

 

Sebagai penggagas program, Mega Puspita Sari menyampaikan bahwa kebun bersama diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dalam mengelola sumber pangan secara mandiri.

“Kebun bersama ini bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kerja sama antara ibu-ibu PKK dan pemuda desa, sekaligus mendukung kemandirian pangan keluarga,” ujarnya.

Selain membantu proses pembuatan kebun, mahasiswa KKN-PPM UGM juga memberikan pendampingan kepada warga mengenai teknik penanaman dan perawatan tanaman.

Warga turut diberikan pemahaman mengenai pengelolaan hasil kebun agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kebun setelah masa pengabdian mahasiswa KKN berakhir.

 

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.

Bagi ibu-ibu PKK, keberadaan kebun bersama memberikan kesempatan untuk memiliki lahan produktif yang dapat dikelola secara kolektif. Sementara itu, keterlibatan pemuda menjadi bukti bahwa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui kerja sama lintas generasi.

Dari kegiatan sederhana membersihkan tanah hingga menanam bibit, tumbuh harapan yang lebih besar tentang pentingnya kemandirian pangan di tingkat keluarga dan desa.

Tim KKN-PPM UGM Unit SG004 Sub Unit Desa Batu Jaya berharap kebun bersama tersebut dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, lahan yang sebelumnya kosong dapat menjadi sumber pangan sekaligus ruang produktif yang memberikan manfaat bagi warga.

Lebih dari sekadar deretan tanaman yang mulai tumbuh, kebun bersama ini menjadi simbol semangat gotong royong.

Di antara tangan-tangan ibu PKK yang menanam dan tenaga para pemuda yang mengolah tanah, tumbuh pula harapan untuk Desa Batu Jaya yang semakin mandiri, produktif, dan kuat dalam membangun ketahanan pangan dari lingkungannya sendiri.(*)

 

Editor:NZ