Pendidikan

KKN UHO Bawa Gerakan Literasi ke Pulau Tambako Lewat Kolaborasi dengan BI dan Balai Bahasa Sultra

391
×

KKN UHO Bawa Gerakan Literasi ke Pulau Tambako Lewat Kolaborasi dengan BI dan Balai Bahasa Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, Bombana – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) menghadirkan ruang literasi bagi anak-anak di Desa Pulau Tambako, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Gerakan literasi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi mahasiswa KKN UHO dengan Perpustakaan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara melalui program Taman Baca Masyarakat (TBM).

Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk menghadirkan akses bahan bacaan sekaligus ruang belajar yang dapat dimanfaatkan anak-anak di Pulau Tambako.

Setiap pulang sekolah, anak-anak tampak berkumpul bersama mahasiswa KKN untuk membaca buku-buku cerita. Dengan fasilitas sederhana dan beralaskan baliho bekas, kegiatan tersebut justru menghadirkan suasana belajar yang hangat dan menjadi ruang baru bagi anak-anak untuk mengenal beragam bahan bacaan.

Kehadiran Taman Baca Masyarakat mendapat dukungan berupa bahan bacaan dari sejumlah pihak, termasuk Perpustakaan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara.

Salah seorang perwakilan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara, Dwi Husba, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UHO dalam memanfaatkan buku-buku sebagai sarana menghadirkan kegiatan literasi bagi anak-anak di Pulau Tambako.

“Suatu hari saya dihubungi oleh salah satu calon peserta KKN di Pulau Tambako untuk membahas dukungan kegiatan berupa buku bacaan. Kami berdiskusi mengenai model kegiatan yang akan mereka terapkan di sana. Menarik pikirku,” ujar Dwi.

Dwi kemudian memberikan sejumlah buku cerita anak dari koleksi pribadinya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, buku-buku yang diberikan telah dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa dan anak-anak melalui program Taman Baca Tambako.

“Saya takjub atas apa yang telah dilakukan teman-teman di pulau tersebut. Mereka menggagas program Taman Baca Tambako. Setiap pulang sekolah, anak-anak terlihat duduk bersama dan membaca buku-buku cerita sambil didampingi kakak-kakak,” katanya.

Selain menggerakkan program literasi, mahasiswa KKN UHO juga menjalankan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga promosi potensi desa.

Mahasiswa Jurusan Jurnalistik UHO turut memperkenalkan potensi wisata Desa Pulau Tambako, salah satunya Pantai Alo-Alo, melalui produksi konten dan berbagai publikasi.

Selama 30 hari masa pengabdian, mahasiswa KKN UHO juga melaksanakan sejumlah program lainnya, seperti Edukasi Pergaulan Bebas dan Pencegahan Pernikahan Dini, FAST (First Aid Simulation & Training), fasilitator pembelajaran Bahasa Indonesia, lomba mewarnai, senam sehat, hingga program Citizen Journalism.

Selain itu, mahasiswa turut melakukan pembangunan denah desa, pembuatan video after movie, serta publikasi dan promosi potensi Desa Pulau Tambako.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal desa.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mahasiswa KKN UHO berharap Taman Baca Masyarakat dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat Desa Pulau Tambako meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.

Bagi mahasiswa, Taman Baca Tambako bukan sekadar program kerja selama KKN. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan menjadi jejak pengabdian yang terus menumbuhkan semangat membaca dan belajar di tengah anak-anak Pulau Tambako.

Dari ruang sederhana, buku-buku cerita, hingga kebersamaan setiap sepulang sekolah, gerakan literasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak Pulau Tambako untuk mengenal dunia melalui bacaan.(*)

Editor:NZ