EkonomiNews

OJK Sultra Perkuat Sinergi FKIJK Siapkan Bulan Inklusi Keuangan 2026

404
×

OJK Sultra Perkuat Sinergi FKIJK Siapkan Bulan Inklusi Keuangan 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, Kota Kendari — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat sinergi bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Tenggara dalam mempersiapkan pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Mauki Café Kendari dan dihadiri 47 perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta perwakilan Event Organizer (EO).

BIK 2026 di Sulawesi Tenggara direncanakan dipusatkan di Kota Kendari selama dua hari pada minggu ketiga atau keempat Oktober 2026. Kegiatan akan melibatkan industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Pembina FKIJK Sulawesi Tenggara sekaligus Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pelaksanaan BIK tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“BIK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi industri jasa keuangan dengan pemerintah daerah, UMKM, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, rangkaian kegiatan yang disiapkan harus mampu menghadirkan edukasi keuangan sekaligus membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Bismi.

Menurut Bismi, keterlibatan PUJK nantinya tidak hanya melalui booth dan expo. Berbagai kegiatan edukasi, budaya, UMKM, olahraga, kompetisi antar-IJK dan masyarakat, hingga aktivitas kreatif akan dikembangkan untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah UMKM Expo dengan target menyediakan ruang bagi lebih dari 40 UMKM. Kegiatan ini diharapkan memperkuat keterkaitan antara inklusi keuangan dan pengembangan usaha masyarakat, khususnya dalam memperluas akses UMKM terhadap produk, layanan, serta pembiayaan dari industri jasa keuangan.

Keterlibatan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam BIK 2026. Panitia menargetkan sedikitnya 12 kepala daerah dapat berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.

Salah satu konsep yang tengah disiapkan yakni menampilkan ciri khas setiap daerah melalui pakaian, makanan, tarian, dan berbagai kekayaan budaya kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Konsep tersebut akan melibatkan kepala daerah bersama industri jasa keuangan sebagai bentuk kolaborasi antara promosi budaya daerah dan penguatan inklusi keuangan.

Selain expo dan kegiatan budaya, BIK 2026 akan diramaikan kegiatan olahraga dan hiburan melalui BIK Night Run dengan kategori 5K dan 10K.

Aspek edukasi dan literasi keuangan juga menjadi perhatian. Selain edukasi melalui booth dan interaksi langsung dengan masyarakat, panitia akan mengembangkan Video Competition bertema edukasi keuangan. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi sarana penyampaian informasi yang lebih kreatif sekaligus mendorong masyarakat memahami isu dan layanan sektor jasa keuangan melalui pendekatan digital.

Rangkaian kegiatan BIK 2026 juga direncanakan berkolaborasi dengan berbagai layanan publik, seperti pasar murah, Samsat Keliling, SIM Keliling, serta layanan pembuatan paspor dari Imigrasi.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pelaksanaan BIK semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

OJK Sultra terus mendorong penguatan kolaborasi antarindustri jasa keuangan dan stakeholder untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara.

Melalui BIK 2026, OJK berharap akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan semakin luas, pemberdayaan UMKM semakin kuat, dan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dapat semakin optimal serta berkelanjutan.(*)

Editor:NZ