NewsMetro

Kolaborasi Jadi Kunci, Pemkot Kendari Libatkan Dunia Usaha Percepat Pengendalian HIV, TBC, dan Malaria

32
×

Kolaborasi Jadi Kunci, Pemkot Kendari Libatkan Dunia Usaha Percepat Pengendalian HIV, TBC, dan Malaria

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari mendorong pendekatan kolaboratif dalam menangani HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria. Penanganan tiga penyakit menular tersebut dinilai tidak cukup hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi memerlukan dukungan aktif dari dunia usaha, rumah sakit, organisasi masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut menjadi fokus dalam Forum Penguatan Kemitraan Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan Malaria yang digelar di salah satu hotel di Kendari, Jumat (31/7/2026).

Forum ini menghadirkan berbagai unsur, mulai dari Program Coordinator RSSH Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, organisasi perangkat daerah, pimpinan rumah sakit, puskesmas, PMI Kota Kendari, camat, sektor perbankan, pelaku usaha, hingga perwakilan industri perhotelan.

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, yang membuka kegiatan mewakili Wali Kota Kendari, mengatakan pengendalian penyakit menular harus dilakukan secara terpadu karena menyangkut kualitas hidup masyarakat dan pembangunan daerah secara keseluruhan.

Menurutnya, pemerintah telah berupaya memperkuat layanan kesehatan, namun keberhasilan program juga ditentukan oleh keterlibatan berbagai pihak di luar pemerintah.

“Kolaborasi merupakan kunci. Penanganan HIV/AIDS, TBC, dan malaria membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, hingga pendampingan pasien dapat berjalan lebih optimal,” kata Amir Hasan.

Ia menjelaskan, sektor swasta memiliki ruang yang besar untuk berkontribusi, mulai dari memberikan edukasi kepada pekerja, menyediakan pemeriksaan kesehatan secara berkala, hingga menciptakan lingkungan kerja yang mendukung perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga diharapkan dapat diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok yang terdampak penyakit menular.

Sebagai contoh, Amir Hasan mengapresiasi dukungan PLN Nusantara Power Kendari yang telah menyalurkan bantuan CSR berupa paket peningkatan gizi bagi penderita HIV/AIDS, TBC, dan malaria. Menurutnya, kolaborasi semacam itu perlu diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Di sisi lain, forum tersebut juga menjadi wadah menyatukan persepsi antarlembaga mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan dalam mempercepat pengendalian penyakit menular di Kota Kendari.

Peserta membahas pentingnya penguatan edukasi masyarakat, peningkatan akses layanan kesehatan, perluasan deteksi dini, serta penguatan koordinasi lintas sektor agar setiap program dapat berjalan lebih efektif dan saling mendukung.

Amir Hasan berharap hasil forum tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang jelas, pembagian peran yang terukur, serta mekanisme evaluasi secara berkala.

Ia menegaskan bahwa tantangan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria harus dihadapi dengan semangat gotong royong, mengesampingkan ego sektoral, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Kesehatan merupakan fondasi pembangunan. Ketika seluruh pihak bergerak bersama, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit akan lebih efektif sehingga kualitas hidup masyarakat Kota Kendari dapat terus meningkat,” ujarnya.

Melalui penguatan kemitraan lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap target pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria dapat dicapai lebih cepat, sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.(SM)