NewsMetro

Kendari Gandeng Prancis Cari Solusi Banjir, Lima Kolam Retensi Disiapkan di Kawasan Kali Kadia

31
×

Kendari Gandeng Prancis Cari Solusi Banjir, Lima Kolam Retensi Disiapkan di Kawasan Kali Kadia

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Upaya Pemerintah Kota Kendari mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir mendapat dukungan dari mitra internasional. Melalui kerja sama sister city dengan Kota La Rochelle, Prancis, Pemkot Kendari kini memperoleh pendampingan teknis untuk penyediaan air bersih sekaligus penanganan kawasan rawan banjir.

Kerja sama tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dan delegasi La Rochelle, Prancis, yang berlangsung di Kendari. Kunjungan ini menjadi kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin beberapa tahun terakhir dan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan air bersih.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Prancis memaparkan hasil penelitian dan pemetaan banjir yang dilakukan di Kota Kendari. Kajian itu mengulas kondisi banjir sejak 2013 hingga 2026, mencakup identifikasi wilayah rawan genangan, jumlah rumah terdampak, karakteristik daerah aliran sungai, hingga rekomendasi penanganan yang dinilai efektif untuk diterapkan.

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menyambut baik hasil kajian tersebut. Menurutnya, data yang dihasilkan menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengendalian banjir yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi hasil pemetaan dan penelitian yang telah dilakukan. Data ini akan menjadi salah satu acuan penting bagi Pemerintah Kota Kendari dalam menyusun langkah-langkah penanganan banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Sudirman.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan pihak Prancis sebelumnya telah menghasilkan peningkatan kualitas air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Dukungan teknologi penjernihan air yang diberikan pada tahun lalu terbukti meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Tahun lalu mereka membantu melalui dukungan peralatan untuk penjernihan air. Alhamdulillah manfaatnya sangat luar biasa. Masyarakat yang menerima layanan PDAM menyampaikan bahwa kualitas air kini jauh lebih bersih dibanding sebelumnya,” katanya.

Kunjungan kali ini melibatkan unsur yang lebih luas, mulai dari perwakilan Pemerintah Kota La Rochelle, anggota dewan, tim teknis penanganan banjir, hingga lembaga pembiayaan pembangunan yang selama ini mendukung berbagai program kerja sama internasional.

Tim teknis Prancis telah melakukan survei dan pemetaan di sejumlah titik yang selama ini menjadi kawasan langganan banjir, khususnya sepanjang aliran Sungai Kali Kadia yang melintasi wilayah Puuwatu, Punggolaka, Tobuha, Pondambea hingga Kadia.

Dari hasil kajian awal, tim merekomendasikan pembangunan sekitar lima kolam retensi di sejumlah titik strategis yang masih memiliki lahan kosong. Kolam retensi tersebut berfungsi menampung limpasan air hujan saat debit meningkat sehingga dapat mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman.

Selain itu, normalisasi Sungai Kali Kadia dari bagian hulu hingga hilir juga menjadi rekomendasi utama. Langkah ini dinilai penting untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi luapan sungai saat musim hujan.

Menurut Sudirman, dukungan dari mitra Prancis tidak berhenti pada tahap penelitian. Tim teknis juga akan membantu menyusun desain teknis penanganan banjir yang nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Kota Kendari.

“Insya Allah mereka akan membantu menyusun desain penanganan banjir. Setelah itu akan dilakukan perhitungan kebutuhan fisik yang nantinya disesuaikan dengan standar dan kemampuan Pemerintah Kota Kendari,” jelasnya.

Pemerintah Kota Kendari berharap kerja sama internasional tersebut dapat terus berkembang, tidak hanya pada aspek transfer teknologi dan pendampingan teknis, tetapi juga membuka peluang dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di masa mendatang.

Dengan adanya kajian komprehensif, dukungan tenaga ahli, serta rencana pembangunan kolam retensi dan normalisasi sungai, Pemkot Kendari optimistis upaya pengurangan risiko banjir dapat dilakukan lebih efektif. Langkah ini diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi ribuan warga yang selama ini tinggal di kawasan rawan banjir sekaligus mendukung pembangunan Kota Kendari yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.(SM)