NewsMetro

Kendari Siapkan Intervensi Serentak, Data 30 Ribu Anak Jadi Senjata Lawan Stunting

23
×

Kendari Siapkan Intervensi Serentak, Data 30 Ribu Anak Jadi Senjata Lawan Stunting

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari memperkuat langkah percepatan penurunan stunting dengan melibatkan seluruh elemen pemerintah hingga tingkat RT. Strategi berbasis data kini menjadi fokus utama untuk memastikan upaya pencegahan berjalan lebih tepat sasaran dan mampu menekan munculnya kasus stunting baru. Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Kendari Rabu (17/6/2026).

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas sektor dalam menyatukan langkah menghadapi salah satu tantangan pembangunan sumber daya manusia terbesar di daerah.

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa stunting tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan kesehatan. Dampaknya jauh lebih luas karena berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus, produktivitas masyarakat, hingga daya saing daerah di masa depan.

“Penurunan prevalensi stunting menjadi prioritas yang harus kita tuntaskan bersama. Dibutuhkan kerja kolaboratif dari seluruh sektor agar setiap program dan anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Amir Hasan, evaluasi kinerja penanganan stunting penting dilakukan untuk mengukur efektivitas program yang telah berjalan sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria Mahmud, mengungkapkan bahwa selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada anak yang telah mengalami stunting. Padahal, tantangan terbesar justru terletak pada upaya mencegah lahirnya kasus-kasus baru.

Saat ini, kata Hasria, terdapat lebih dari 400 anak stunting yang mendapatkan intervensi kesehatan secara langsung. Namun di sisi lain, terdapat sekitar 12 ribu anak yang berpotensi masuk kategori berisiko stunting dan perlu segera dipetakan.

“Yang sudah stunting kami tangani dengan pemberian makanan tambahan, vitamin, dan pendampingan kesehatan. Tetapi yang paling penting sekarang adalah mendeteksi anak-anak yang berpotensi menjadi stunting agar bisa dicegah sejak dini,” katanya.

Untuk mendukung langkah tersebut, Dinas Kesehatan tengah mengumpulkan data sekitar 30 ribu anak, balita, dan ibu hamil di seluruh wilayah Kota Kendari. Data tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan intervensi serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

Hasria menegaskan pendataan harus dimulai dari tingkat RT dan kelurahan karena mereka paling memahami kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

“Kami tidak ingin lagi data dicari dari Puskesmas. Justru Puskesmas yang mengumpulkan data dari RT dan kelurahan. Sebelum 1 Juli seluruh data harus sudah masuk karena itu menjadi dasar intervensi besar yang akan dilakukan,” tegasnya.

Dalam program tersebut, pemerintah akan melakukan pemeriksaan kesehatan, pengukuran tumbuh kembang anak, pemberian makanan tambahan, vitamin A, edukasi gizi, hingga layanan kesehatan bagi ibu hamil.

Menurut Hasria, perhatian terhadap ibu hamil menjadi bagian penting dari strategi pencegahan stunting karena kualitas kesehatan ibu sangat menentukan kondisi bayi yang akan dilahirkan.

“Kalau ibu hamil tidak diperhatikan, maka risiko melahirkan anak stunting akan lebih besar. Karena itu sasaran kita bukan hanya balita, tetapi juga ibu hamil,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pembina Posyandu Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, menyoroti pentingnya penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Saat ini Kota Kendari memiliki 228 Posyandu yang tersebar di seluruh kelurahan. Namun, sebanyak 122 Posyandu atau sekitar 53 persen masih membutuhkan pembenahan sarana dan prasarana agar mampu memberikan pelayanan yang optimal.

“Kondisi ini membutuhkan perhatian bersama. Posyandu harus menjadi pusat pelayanan masyarakat yang nyaman, aktif, dan mampu menjalankan enam standar pelayanan minimal secara maksimal,” ujarnya.

Shintya juga meminta camat, lurah, puskesmas, dan seluruh perangkat daerah untuk aktif mengawal pelaksanaan program Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari menunjukkan bahwa penanganan stunting kini tidak lagi sekadar berfokus pada pengobatan, tetapi bergerak ke arah pencegahan berbasis data. Dengan dukungan Posyandu, RT, kelurahan, dan seluruh pemangku kepentingan, Kendari menargetkan lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting pada masa mendatang.(SM)