InternasionalHeadlineNewsOlahraga

Belum Bertanding “Jackpot” Lagi ; Akibat Skandal Besar Tim Leophard, Veda Ega Pratama Raih Juara Seri Perancis dan Naik posisi 3 Klasemen Sementara Moto 3

102
×

Belum Bertanding “Jackpot” Lagi ; Akibat Skandal Besar Tim Leophard, Veda Ega Pratama Raih Juara Seri Perancis dan Naik posisi 3 Klasemen Sementara Moto 3

Share this article

TERAMEDIA.ID, Internasional – Nama Veda Ega Pratama kembali mengguncang dunia balap junior internasional. Kali ini bukan hanya karena aksi beraninya di lintasan basah Lemangs, tetapi juga karena sebuah skandal besar yang menyeret tim papan atas hingga mengubah hasil klasemen secara resmi.

Dunia Moto3 Junior benar-benar dibuat heboh setelah kabar mengejutkan datang dari kubu Leopard Racing. Adrian Fernandez resmi didiskualifikasi dari 6 balapan sekaligus setelah investigasi teknis menemukan adanya pelanggaran berat pada segel pengaman mesin nomor A810 miliknya.

Pelanggaran ini dianggap sangat serius karena ada indikasi mesin telah dibongkar secara ilegal dan tidak sesuai regulasi teknis yang telah ditetapkan penyelenggara. Keputusan itu langsung mengguncang pedok. Enam seri yang terkena dampak pun bukan balapan kecil. Mulai dari Thailand, Brazil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis hingga Katalunya, semuanya ikut tercoret dari hasil resmi Adrian Fernandes. Situasi ini membuat banyak posisi klasemen berubah drastis dan yang paling menjadi sorotan tentu saja adalah kabar luar biasa untuk pembalap muda Indonesia,Veda Ega Pratama.

Pembalap yang sebelumnya finish di posisi keempat pada GP Prancis di sirkuit Le Mans itu, kini secara resmi dinyatakan naik ke posisi podium ketiga setelah hasil Adrian dibatalkan sepenuhnya. Momen ini terasa sangat emosional bagi para penggemar Indonesia. Karena jika mengingat kembali balapan di Lemangs, saat itu Veda tampil luar biasa dalam kondisi lintasan yang sangat sulit. Hujan turun deras, banyak rider kesulitan menjaga motor tetap stabil, bahkan beberapa pembalap unggulan mengalami crash dan kehilangan ritme.

Namun, di tengah kekacauan balapan tersebut, Veda justru tampil sangat tenang dan penuh perhitungan. Ia mampu menjaga konsistensi lap demi lap sambil terus menekan para rider di depannya. Meski sempat berada di luar lima besar, Veda perlahan merangkak naik dan akhirnya menyentuh garis finish di posisi keempat. Saat itu banyak fans sebenarnya sudah merasa performa Veda layak mendapat podium,apalagi ia menjadi salah satu rider dengan kontrol motor terbaik di lintasan basah.Cara Veda membaca grip aspal dan menentukan racing line benar-benar menunjukkan kematangan luar biasa untuk ukuran rookie.

Namun karena hasil resmi menunjukkan posisi keempat, banyak orang hanya bisa berharap kesempatan podium berikutnya akan datang di seri lain. Tidak ada yang menyangka ternyata beberapa waktu kemudian justru muncul skandal besar yang mengubah semuanya. Investigasi terhadap motor Adrian Fernandez ternyata berjalan cukup panjang dan senyap. Tim teknis menemukan kejanggalan pada segel mesin yang digunakan selama beberapa seri berlangsung. Dalam regulasi balap, segel mesin adalah bagian yang sangat penting karena memastikan mesin tidak dibongkar atau dimodifikasi sedikitpun secara ilegal selama musim berjalan.

Ketika ditemukan adanya indikasi manipulasi pada segel nomor A810, investigasi langsung dilakukan lebih dalam. Hasil akhirnya benar-benar mengejutkan karena ditemukan bukti kuat, bahwa telah terjadi pembongkaran mesin yang melanggar aturan teknis resmi. Akibatnya, hukuman yang dijatuhkan pun tidak main-main, Adrian Fernandez langsung kehilangan hasil dari 6 balapan sekaligus . Ini menjadi salah satu hukuman teknis paling besar yang terjadi musim ini dan otomatis membuat kelasemen berubah total.

Bagi Leopard Racing, kabar ini menjadi pukulan telak karena nama besar mereka ikut tersaret dalam kontroversi besar pedo. Banyak fans balap internasional mulai mempertanyakan bagaimana pelanggaran sebesar ini bisa terjadi tanpa terdeteksi lebih awal.

Banyak rookie biasanya membutuhkan waktu panjang untuk beradaptasi dengan tekanan, cuaca Eropa, karakter sirkuit baru, hingga persaingan agresif antar rider. Tetapi Veda justru mampu menunjukkan perkembangan sangat cepat. Ia tidak hanya sekedar ukut balapan, melainkan benar-benar menjadi ancaman bagi rider-rider papan atas sejak awal musim.(AN)

Editor:NZ