NewsMetro

Segini Besaran Jumlah Zakat Fitrah yang Ditetapkan di Kota Kendari 1446 H/2025 M

×

Segini Besaran Jumlah Zakat Fitrah yang Ditetapkan di Kota Kendari 1446 H/2025 M

Share this article

T

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Besaran jumlah zakat fitrah yang ditetapkan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), 1446 H/2025 M.

Hal itu berdasarkan kesepakatan Pemerintah Kota Kendari, Baznas, Kemenag Kota Kendari, MUI, serta Kabag Kesra.

Forkopimda, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Camat, Lurah dan Tokoh agama lainnya, di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, Kamis (6/3/2024).

Beras kelas I (Kepala dan super) 3,5 liter atau senilai Rp46.000 per orang, beras kelas II (ciliwung dan sarti) 3,5 liter atau senilai Rp42.000 ribu per orang, serta beras kelas III (dolog) 3,5 liter atau senilai Rp39.000 per orang.

Zakat non beras, sagu senilai Rp28.000 per orang, jagung senilai Rp28.000 per orang, dan umbi-umbian senilai Rp25.000 per orang.

Asisten II Kota Kendari, Jahudding, menjelaskan besaran zakat fitrah ditentukan berdasarkan survei harga-harga kebutuhan yang masuk kategori zakat.

Hasil kesepakat tersebut, masih akan dibuat dalam bentuk SK besaran zakat fitrah Kota Kendari.

“Nilai yang tadi disepakati ini, itulah yang menjadi patokan masyarakat Islam Kota Kendari untuk membayar zakat,”ungkap Jahudding.

Sementara, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, Marni, berharap masyarakat Kota Kendari segera membayar zakat sesuai patokan yang disepakati.

“Membayar adalah kewajiban umat Islam, kita menunggu SK, sebagai patokan berapa yang akan mereka bayar,” jelas Marni.

Kata Marni, masyarakat bisa menyesuaikan di mana lokasi akan membayar zakat. Seperti Kantor Baznas atau Masjid.

“Untuk Kota Kendari, kita memulai di Balai Kota, bersama Ibu Wali dan semua jajaran stakeholder,” pungkasnya. (NV)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News