NewsDaerah

Harga Minyak Nilam Capai 850 Ribu Per Kilo, Petani Nilam Malah Semakin Berkurang

1669
×

Harga Minyak Nilam Capai 850 Ribu Per Kilo, Petani Nilam Malah Semakin Berkurang

Share this article

TERAMEDIA.ID.KOLAKA UTARA – Tumbuhan Nilam sempat menjadi komoditi andalan di Kolaka Utara (Kolut) beberapa tahun lalu. Bahkan, Nilam sempat menjadi penopang ekonomi petani disaat Tumbuhan lain memasuki musim paceklik.

Namun, beberapa tahun terakhir, petani nilam malah semakin berkurang. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Alis, salah satu petani Nilam di Kolut.

“Untuk saat ini, yang tanam nilam itu cuman masyarakat yang punya lahan di sekitar gunung ya, kalau di tanah datar bisa dibilang sudah habis, makanya untuk petani nilam jumlahnya semakin sedikit,” Ucapnya.

Salah satu pengepul Nilam di Kolut Harmayana menyebutkan bahwa harga minyak nilam cenderung stabil bahkan mengalami kenaikan.

“Untuk sekarang harga minyak di petani sekitar 850-855 ribu. Itu lumayan stabil, malah naik,” Ucap Harmayana.

Harmayana mengaku, produksi minyak nilam selama dua tahun terakhir cenderung mengalami penurunan.

“Untuk produksi minyak nilam agak Kurangmi sekarang. Kemungkinan besar karena jumlah petani nilam yang sudah sedikit,” ungkapnya.

Harmayana menambahkan, kondisi cuaca juga mempengaruhi para petani mulai malas menanam dan merawat nilam.

“Cuaca yang kurang mendukung kemungkinan besar jadi pengaruh juga. Karena nilam ini gampang mati, apalagi cuaca yang kurang bersahabat seperti akhir tahun kemarin,” tutupnya.(AF)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News