NewsBencana / KecelakaanMetro

Tangan Seorang Security BMKG Kendari Hancur Terkena Ledakan Petasan Rakitan

329
×

Tangan Seorang Security BMKG Kendari Hancur Terkena Ledakan Petasan Rakitan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Mirda Jufri (34) seorang karyawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari, mengalami nasib naas saat merayakan momen pergantian tahun baru. dirinya terkena ledakan petasan hasil rakitannya sendiri yang mengakibatkan salah satu tangannya hancur.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sabtu (31/12/2022). sekitar jam 12.30 WITa.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muh Eka Fathurrahman mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika korban lagi membuat petasan dengan menggunakan pipa besi yang diisi dengan pentol korek kayu. Kemudian petasan tersebut rencana akan diledakkan pada malam tahun baru.

“Pada saat korban memikull pipa yang sudah terisi pentol korek, tiba-tiba di lubang pipa mengeluarkan asap. Karena panik korban langsung menutup pipa tersebut dengan tangan sehingga mengakibatkan telapak tangan korban terkena ledakan,” kata Eka Fathurrahman.

Akibat dari ledakan tersebut telapak tangan korban hancur sehingga korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

“Telapak tangan korban hancur. Saat ini korban sedang mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Hermina dan rencananya akan dilakukan operasi,” tandasnya.

Dewa/ Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News