NewsDaerah

Terminal Lacaria Kolut Diaktifkan, Semua Kendaraan Angkutan Wajib Masuk Mulai Hari Ini

346
×

Terminal Lacaria Kolut Diaktifkan, Semua Kendaraan Angkutan Wajib Masuk Mulai Hari Ini

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOLAKA UTARA Seluruh kendaraan roda empat, baik angkutan penumpang maupun barang, kini diwajibkan masuk ke Terminal Tipe B Lacaria di Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, terhitung mulai Selasa, 5 Agustus 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari operasi penertiban yang dilakukan oleh Tim Terpadu Penegakan Hukum Keselamatan Berlalu Lintas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), guna mendorong pemanfaatan terminal serta meningkatkan pendapatan daerah.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, AKBP Arif Irawan menjelaskan, kendaraan angkutan wajib memenuhi uji teknis dan memiliki stempel KIR sebagai tanda laik jalan. “Mobil bak terbuka dan kendaraan serupa harus diuji berkala dan dipasangi stempel KIR. Ini semua gratis, cukup bawa surat kendaraan dan data kepemilikan,” tegasnya.

Kabid Angkutan Jalan Dishub Sultra, Syaiful, menambahkan bahwa Terminal Lacaria sejatinya diperuntukkan bagi angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), namun dengan luas lahan yang memadai, terminal ini kini juga akan menampung kendaraan pedesaan dan angkutan barang.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk pendataan kendaraan. Semua wajib masuk terminal,” ujarnya.

Selain fungsi utama terminal, Dishub juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan di area terminal dengan retribusi Rp35 ribu per tahun sesuai Perda. Proses pengajuan dilakukan melalui Kepala Terminal Lacaria.

Fasilitas terminal juga akan dibenahi, termasuk area istirahat dan fasilitas umum lainnya. “Terminal aktif mulai hari ini. Setiap kendaraan wajib cek poin, sekaligus pendataan dan penumpang bisa beristirahat sejenak,” lanjut Syaiful.

Dalam operasi yang dimulai pukul 07.00 Wita, tercatat sebanyak 22 angkutan penumpang dan 20 angkutan barang telah masuk ke Terminal Lacaria.

Adapun unsur Tim Terpadu terdiri dari Dishub (Provinsi dan Kabupaten), Kejaksaan, Satlantas, dan BPTD. Aktivasi terminal ini diharapkan dapat mendongkrak tertib lalu lintas sekaligus memperkuat fungsi transportasi darat di wilayah Kolaka Utara. (AF)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News