NewsMetro

Terkait Aspal Buton, Begini tanggapan Aksan Jaya Putra

525
×

Terkait Aspal Buton, Begini tanggapan Aksan Jaya Putra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI -Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Aksan Jaya Putra menanggapi terkait Penggunaan 3 persen Aspal Buton yang digunakan di Sultra.

Saat ditemui awak media pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengukuhan Pengurus Pimpinan Daerah (PD) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aksan Jaya Putra mengatakan bahwa, Aspal Buton merupakan salah satu aset cadangan yang dikelola Sultra dalam hal penjualan atau mengekspor ke cina yang sedang membutuhkan aspal tersebut.

“Terkait dengan Aspal Buton adalah salah satu cadangan Sultra yang dikelola untuk diekspor ke cina yang lagi membutuhkan Aspal Buton Tersebut” kata Aksan Jaya Putra Pada Selasa (8/2/2022).

Aksan menjelaskan bahwa Proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menggunakan Campuran Aspal Buton mencapai 10 persen dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 6 Persen.

Aksan menambahkan bahwa Aspal Buton akan dicarikan investasi yang besar untuk masuk ke Buton agar dapat diekspor ke Cina dan Luar Negeri yang membutuhkan Aspal.

“Saya kira kedepannya memang lagi dicarikan investasi besar untuk masuk ke Buton sehingga Aspal kita ini bisa terkenal bukan hanya ke Cina tetapi luar negeri juga yang membutuhkan aspal tersebut”. Tambahnya.

Reza/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News