NewsEkonomiMetro

Sultra Maimo 2026 Jadi Panggung UMKM Sultra Naik Kelas, Gubernur Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

19
×

Sultra Maimo 2026 Jadi Panggung UMKM Sultra Naik Kelas, Gubernur Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sulawesi Tenggara didorong untuk tidak lagi hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam pembukaan Sultra Maimo 2026 yang digelar di The Park Kendari, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini sekaligus ditandai dengan peluncuran Gerai Ekspor Sulawesi Tenggara (Gekra) sebagai pusat layanan ekspor bagi pelaku usaha.

Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara itu menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, dan pelaku usaha untuk memperkuat daya saing produk unggulan daerah melalui digitalisasi, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar global.

Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengatakan, UMKM merupakan fondasi utama perekonomian daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.

Menurutnya, pengembangan UMKM saat ini tidak lagi sekadar program pemberdayaan masyarakat, tetapi telah menjadi strategi pembangunan yang harus diarahkan pada peningkatan produktivitas, hilirisasi, penguatan industri kreatif, dan optimalisasi potensi unggulan daerah.

“UMKM memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pelaku usaha harus terus didorong agar mampu meningkatkan kualitas produknya dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya.

Di era transformasi digital, lanjut Gubernur, pelaku UMKM juga dituntut memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pengembangan usaha. Tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memasarkan produk secara digital, mengelola usaha lebih efisien, serta menyediakan sistem transaksi yang mudah bagi konsumen.

Ia mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah pengguna QRIS di Sultra telah mencapai sekitar 350 ribu pengguna, sementara jumlah merchant yang memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut mencapai sekitar 267 ribu pelaku usaha.

“Transformasi digital berkembang sangat baik. Ke depan saya berharap semakin banyak UMKM memanfaatkan teknologi digital agar pasar semakin luas dan usaha menjadi lebih efisien,” katanya.

Selain digitalisasi, Gubernur menilai tantangan terbesar berikutnya adalah membawa produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara menembus pasar ekspor. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia meluncurkan Gerai Ekspor Sultra (Gekra).

Gekra dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan pasar ke luar negeri.

Peluncuran Gekra juga dirangkaikan dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) ekspor oleh empat UMKM, yakni Komunitas Wanita Tani Matahari, PT Dapur Ulfa Masa Gena, UD Sinar Buton, dan PT BHFM. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Gubernur Sulawesi Tenggara bersama Wali Kota Kendari, Kepala Bea Cukai Kendari, serta Kepala Badan Karantina Sulawesi Tenggara sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan ekspor produk lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara Edwin Permadi menjelaskan, Sultra Maimo 2026 berlangsung selama sepekan, 2 hingga 9 Agustus, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas UMKM.

Agenda tersebut meliputi pameran produk unggulan, festival kuliner, business matching, kompetisi kopi, kompetisi model bisnis, seminar, fashion show, hingga hiburan musik. Sejumlah UMKM terbaik yang telah lolos kurasi juga akan mewakili Sulawesi Tenggara pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta serta Festival Ekonomi Syariah (FESyar).

Menurut Edwin, penyelenggaraan Sultra Maimo memiliki tiga sasaran utama, yakni meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, mempercepat digitalisasi melalui pemanfaatan QRIS, serta memperluas akses ekspor melalui Gerai Ekspor Sultra.

“Kami ingin UMKM Sulawesi Tenggara tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu memenuhi standar internasional sehingga bisa bersaing di pasar ekspor,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, Sultra Maimo 2026 diharapkan menjadi momentum lahirnya UMKM yang lebih adaptif terhadap teknologi, memiliki daya saing global, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara di masa depan.(SM)