NewsKesehatanMetro

Wali Kota Kendari Siapkan Master Plan RSUD Demi Pembangunan Berkelanjutan

17
×

Wali Kota Kendari Siapkan Master Plan RSUD Demi Pembangunan Berkelanjutan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari mulai menata arah pengembangan RSUD Kota Kendari melalui penyusunan master plan jangka panjang yang akan menjadi acuan pembangunan rumah sakit selama 20 hingga 30 tahun ke depan. Dokumen perencanaan tersebut dibahas dalam presentasi awal yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, di Aula Anthurium RSUD Kota Kendari, Kamis (6/8/2026).

Penyusunan master plan melibatkan jajaran Pemerintah Kota Kendari, manajemen RSUD, Forkopimda, serta tim konsultan perencana. Pemerintah menargetkan pembangunan tahap awal mulai direalisasikan pada 2027.

Dalam arahannya, Wali Kota Siska menegaskan bahwa master plan harus menjadi pedoman pembangunan yang berkelanjutan sehingga pengembangan rumah sakit tidak bergantung pada pergantian kepala daerah.

“Master plan ini harus menjadi pegangan kita selama 20 sampai 30 tahun ke depan. Jadi siapa pun pemerintahnya nanti, pembangunan RSUD tetap berjalan sesuai arah yang sudah direncanakan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan RSUD Kota Kendari yang berada di pusat kota menjadikan setiap pengembangan harus dirancang secara matang agar mampu mengakomodasi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di masa mendatang.

Wali Kota juga mengingatkan agar konsep yang dipresentasikan tidak hanya menampilkan bentuk bangunan, tetapi mampu menggambarkan fungsi setiap kawasan secara jelas. Ia menginginkan setiap zona dalam master plan telah memiliki peruntukan yang pasti, mulai dari gedung pelayanan, ruang terbuka hijau, taman, kantin, hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Kalau kita melihat master plan, kita harus langsung tahu di lokasi ini akan dibangun gedung apa, kawasan pelayanan apa, taman di mana, dan fasilitas pendukung lainnya. Jadi semua memiliki pemahaman yang sama terhadap arah pembangunan rumah sakit,” katanya.

Siska juga menilai pembahasan master plan seharusnya diawali dengan penyamaan persepsi di tingkat internal rumah sakit sebelum dipresentasikan kepada pimpinan daerah. Dengan demikian, masukan yang diberikan pemerintah lebih fokus pada penyempurnaan konsep, bukan lagi menyusun rencana dari awal.

Untuk mempercepat proses pengembangan, Wali Kota meminta segera dibentuk Tim Terpadu melalui Surat Keputusan (SK) yang melibatkan perangkat daerah terkait. Tim tersebut nantinya akan mempermudah koordinasi lintas sektor sekaligus mendapat pendampingan dari Kejaksaan dan Kepolisian agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai regulasi.

“Kalau tim terpadu sudah terbentuk, koordinasi akan lebih mudah. Pendampingan dari Kejaksaan dan Kepolisian juga penting agar proses pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Wahana Cipta Konsultan, Akbar Arifin, menjelaskan master plan RSUD Kota Kendari mengusung konsep rumah sakit modern berbasis *healing architecture*. Pendekatan tersebut mengedepankan desain yang mendukung proses penyembuhan melalui pencahayaan alami, sirkulasi udara yang optimal, ruang terbuka hijau, dan lanskap yang nyaman bagi pasien maupun tenaga kesehatan.

Selain mengadopsi konsep modern, desain juga mempertahankan unsur *genius loci* atau kearifan lokal sehingga identitas daerah tetap tercermin dalam kawasan rumah sakit.

Master plan turut memuat analisis klimatologi, tingkat kebisingan, aksesibilitas, serta pembagian zonasi pelayanan. Konsultan mengusulkan penerapan tiga pintu masuk utama (gate) yang memisahkan jalur ambulans, pengunjung, dan kendaraan operasional guna meningkatkan efektivitas pelayanan.

Kawasan rumah sakit juga dirancang memiliki ruang hijau yang lebih luas, kolam retensi sebagai area resapan sekaligus ikon kawasan, fasilitas pelayanan terpadu, hingga area servis yang ditempatkan terpisah dari ruang pelayanan pasien.

Melalui penyusunan master plan ini, Pemerintah Kota Kendari berharap RSUD Kota Kendari berkembang menjadi rumah sakit modern yang terintegrasi, adaptif terhadap perkembangan layanan kesehatan, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat dalam beberapa dekade mendatang.(SM)