NewsDaerah

Semarak Pameran Karya di Desa Wisata NAMU

141
×

Semarak Pameran Karya di Desa Wisata NAMU

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONAWE SELATAN – Tim KKN-PPM UGM Kabupaten Konawe Selatan Periode 4 tahun 2023 dibawah bimbingan Dra. Eko Sulistyani, M.Sc baru saja merayakan pameran karya seni dan budaya yang semarak. Pameran ini merupakan rangkaian dari acara Festival Budaya yang menjadi acara puncak pada penarikan Tim KKN-PPM UGM 2023, berlangsung pada 3 Februari 2024, dan menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai desa di sekitarnya.

Tajuk dari pameran ini adalah Gelar Karya, dimana anak-anak serta masyarakat dari Desa Batu Jaya, Desa Namu, dan Malaringgi berkesempatan untuk memamerkan kebolehan mereka dalam membuat suatu karya. Mulai dari paving block yang terbuat dari sampah plastik, briket arang kelapa, miniatur peta, kerajinan tas dan dompet dari sampah plastik, lukisan pengenalan satwa endemik, lilin dari minyak jelantah, batik tie dye, simulasi gunung meletus, hingga lukisan hasil art therapy turut serta meramaikan pameran Gelar Karya.

Pameran ini tidak hanya sebagai ajang untuk memamerkan kreativitas masyarakat ketiga desa tersebut, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya dan lingkungan. Berbagai jenis karya yang ditampilkan dalam pameran ini memperlihatkan potensi dan kekayaan yang ada di Konawe Selatan, terutama karya pengenalan satwa endemik Sulawesi Tenggara. Dhafin Raditya Arisandi, Tri Utari, dan Adhelia Wida selaku PIC dari program Gelar Karya berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, namun bisa menjadi agenda tahunan masyarakat.

“Antusiasme warga dan anak-anak terhadap kegiatan ini sangat bagus, sudah seharusnya desa ini memiliki agenda tahunan seperti ini,” ujar Dhafin saat berbincang dengan rekan-rekan yang lain.

Antusiasme masyarakat terhadap pameran ini sangatlah tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang dari berbagai desa di sekitar Desa Batu Namu. Mereka

datang untuk melihat-lihat karya seni, budaya, dan potensi lokal yang dipamerkan, serta untuk membeli produk-produk kerajinan tangan yang unik dan menarik.

“Saya sendiri tidak menyangka bahwa mereka akan sangat antusias. Para warga datang dan berkerumun mengelilingi meja untuk melihat. Semoga Gelar Karya ke depan dapat semakin ramai lagi,” tambah Utari.

Pameran karya di Desa Batu Namu ini merupakan bukti bahwa masyarakat desa memiliki potensi yang besar dalam bidang seni dan budaya. Dengan adanya pameran ini (karya seni dan budaya), diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan seni, budaya tradisional, dan lingkungan, serta memberikan kesempatan bagi para anak-anak dan pengrajin desa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka kepada dunia.

Pameran Gelar Karya yang digelar dalam rangka Festival Budaya Tim KKN-PPM UGM 2023 ini menandai akhir dari perjalanan mereka dalam program KKN-PPM tersebut. Namun, dampak positif yang dihasilkan dari pameran ini diharapkan akan terus terasa dalam kehidupan masyarakat setempat, serta menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan seni dan budaya di masa mendatang.(AN)

 

Editor:NZ