NewsMetroPolitik

RAG Serap Aspirasi Perhimpunan Driver Truk Se-Sultra

659
×

RAG Serap Aspirasi Perhimpunan Driver Truk Se-Sultra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Calon Anggota DPR-RI, Rusmin Abdul Gani menerima kunjungan Perhimpunan Driver Truk dan Komunitas Atlas Sulawesi, di Basecamp RAG di jalan Bandara Haluoleo, Sabtu (21/1/2024) malam.

Dalam kunjungan bertajuk dialog silaturahmi ini, dihadiri puluhan supir Truk se-Kota Kendari dan lintas Sulawesi serta elemen mahasiswa hingga simpatisan RAG.

Pada kegiatan tersebut, para supir truk menyampaikan aspirasinya kepada Rusmin soal sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di kota Kendari.

Bahtiar, yang tergabung dalam Perhimpunan driver truk menyampaikan aspirasinya. Ia menerangkan soal sulitnya mendapatkan BBM yang mengakibatkan kurangnya pemasukan bagi para supir truk.

Terlebih, persoalan ini kata Bahtiar, telah diajukan ke DPRD Kota Kendari dan diadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun solusi yang diberikan hanya berjalan baik satu sampai dua bulan.

Bahkan menurutnya, solusi pemberian kupon antrian bagi para supir truk tidak efesien, pasalnya kupon hanya diberikan ke orang-orang yang memiliki kenalan orang dalam.

“Dulu pernah di RDP kan di DPRD Kota Namun, solusinya waktu itu adalah pemberian kupon antrian bagi supir truk. Tapi implementasi dilapangan, justru hanya supir yang bergaul dengan pihak pertamina, atau yang lebih sering di liat dan dikenal oleh pihak pertamina yang diberi kupon antrian, untuk supir lintas Sulawesi sangat atau yang jarang diliat jarang diberi kupon,” jelasnya.

Olehnya, Bahtiar meminta jaminan agar ia bersama supir truk lainnya dapat dipertemukan nantinya ke pihak pertamina agar dapat menjelaskan permasalahan yang terjadi di lapangan, ketika Rusmin telah menjadi Anggota DPR-RI.

Sementara, Penasehat Hukum Perhimpunan Driver Truk, Ajeman, memberi pandangannya dalam dialog tersebut. Menurutnya, para supir truck butuh perpanjangan tangan yang dapat menyambung aspirasi mereka.

Namun, para supir truk juga membutuhkan wadah kolaborasi untuk menjawab tantangan pencaharian pemasukan perharinya.

Olehnya, Ajeman mengatakan, Rusmin adalah Ketu Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI), melalui itu dapat dilakukan kolaborasi usaha bersama.

“Bagaimana solusi dari bapak Rusmin untuk menjawab kolaborasi yang diharapkan oleh para supir, bahkan kita buatkan badan usahanya atau organisasinya berbadan hukum untuk dilakukan kolaborasi bersama dalam dunia usaha,” tanyaanya.

Calon anggota DPR-RI Rusmin Abdul Gani menjawab pertanyaan para penanya. Dikesempatan tersebut ia menegaskan bahwa dirinya hadir ditengah masyarakat sebagai garda terdepan memperjuangkan aspirasi rakyat.

Dirinya berkomitmen hadir bagi para supir truk dan siap membantu serta mensupport keinginan kolaborasi antara supir truk dan HIPTI.

“Saya tegaskan, boleh anda rekam sebagai bukti, saya mendukung dan mensupport kolaborasi usaha yang yang diharapkan oleh teman-teman supir truk bersama HIPTI,” tegasnya.

Rusmin juga mengajak para supir truck untuk menyalurkan hak pilihnya di 14 Februari mendatang. Memilih pemimpin yang berintegritas, paham tentang apa yang akan dia kerjakan sangatlah penting.

“Saya berlatar belakang pengusaha, saya juga memulai dari titik nol, olehnya saya tau rasanya bagaimana merintis. Kita ini juga harus ada dalam sistem, sebab kita butuh kolaborasi antara semua elemen, masyarakat, pengusaha dan pemerintah. Pilihlah pemimpin yang mengerti apa yang akan dia kerjakan dan memperjuangkan aspirasi teman-teman, serta jangan menggadaikan suara anda hanya karena embel-embel 100 atau 200 ribu rupiah,” ucapanya.

“Tagline saya, Sultra kaya, dengan maksud kita harus merubah pola pikir kita, bahwa kita tidak miskin. Kaya ini memiliki makna luas, tidak hanya materi, namun ide, pengalaman juga bagian dari kekayaan,” tambhanya.

Diakhir kegiatan, ia bersama para supir truck melakukan sesi foto bersama dan diskusi lebih lanjut untuk bertukar pikiran dan pengalaman. *(ST).

 

Editor : NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News