NewsDaerahHukum & Kriminal

Polairud Polda Sultra dan Tim Gabungan Amankan Kapal Nelayan Pengguna Bahan Peledak

89
×

Polairud Polda Sultra dan Tim Gabungan Amankan Kapal Nelayan Pengguna Bahan Peledak

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Tim patroli gabungan dari Subdit Ditpolairud, Subdit Gakkum, dan kapal polisi xx-2004 (Bombana) serta RB-XX-18 (Buteng) mengamankan sebuah kapal tanpa nama yang diduga menggunakan bahan peledak diperairan Pulau Mangata, Kecamatan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana.

 

Dirpolairud Kombes Pol Faisal Florentinus Napitulu, melalui Kansubdit Patroli AKBP Wahyu Adi Waluyo mengatakan Saat pemeriksaan dilakukan, tidak ditemukan awak atau pemilik kapal tersebut, dan pelaku diduga melarikan diri menggunakan kapal lain menuju perkampungan Masaloka Raya.

 

Berdasarkan keterangan dari saksi dan hasil koordinasi dengan Kepala Desa Masaloka Selatan dan Babinkantibmas Masaloka Raya, Personel Gabungan Ditpolairud Polda Sultra berhasil mengidentifikasi terduga pelaku/pemilik kapal tanpa nama tersebut.

 

Dia menambahkan bahwa Identitas terduga pelaku diketahui bernama LK (48), bekerja sebagai nelayan dan beralamat KTP di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

 

“Sekitar pukul 19.00 WITA, terduga pelaku LK menyerahkan diri di Marnit Bombana didampingi oleh Kepala Desa Masaloka Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya pada kamis (12/6/2024).

 

Dalam pengamanan tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 5 botol bahan peledak (dikemas dalam botol kaca merk Bir Bintang), 1 unit perahu bermesin tanpa nama berwarna kuning, 1 set kompresor, 4 buah kacamata selam, 6 biji pemberat dari bahan timah, 8 buah sumbu ledak/dopis cadangan, 1 gulung obat nyamuk, 1 buah korek api gas, dan 4 kg ikan karang campuran.

 

Atas perbuatannya, LK diduga melanggar Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Bahan Peledak, serta Pasal 9 jo 85 jo Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

 

“Terduga pelaku beserta barang bukti dan para saksi diamankan dan dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Subdit Gakkum di Marnit Bombana. Selanjutnya, pelaku dan barang bukti akan dipindahkan ke Mako Polair untuk penyidikan lebih lanjut,”Jelasnya.*(DW)

editor:DN