NewsDaerah

Pj. Bupati Kolut Berikan Bonus Total 35 Juta Kepada Para Juara MTQ Tingkat Provinsi di Konut

708
×

Pj. Bupati Kolut Berikan Bonus Total 35 Juta Kepada Para Juara MTQ Tingkat Provinsi di Konut

Share this article

TERAMEDIA.ID.KOLAKA.UTARA – Dalam rangka mengapresiasi pencapaian kafilah Kolaka Utara (Kolut) pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Konawe Utara, Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara menggelar acara penyambutan bagi para peserta di Aula Kantor Bupati Rabu (03/07/2024)

yang telah mengharumkan nama daerah, Acara tersebut juga sekaligus memberikan penghargaan berupa bonus kepada para peserta yang berprestasi.

Seperti diketahui, perhelatan (MTQ) ke-30 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Konawe Utara, kafilah Kolaka Utara berhasil meraih peringkat ke-4 dengan meraih 5 juara 1, 25 juara 2, 33 juara 3, 1 harapan 1, 25 harapan 2, dan 4 harapan 3.

Penjabat Bupati Kolaka Utara Dr.Ir.Sukanto Toding, memberikan bonus total sejumlah 35 juta kepada para juara. Juara 1: Rp2.500.000, Juara 2: Rp1.750.000,Juara 3: Rp1.000.000, Juara Harapan 1: Rp750.000, Juara Harapan 2: Rp600.000, Juara Harapan 3: Rp500.000, Pelatih kaligrafi: Rp2.000.000, Pelatih hifzil: Rp1.500.000, Pelatih tilawah: Rp1.500.000

Sukanto menyampaikan bahwa prestasi ini bukan hanya mengangkat nama baik daerah, namun juga sebagai langkah awal untuk pengembangan sumber daya manusia.

“MTQ adalah salah satu instrumen pengembangan sumber daya manusia, terutama bagi generasi muda yang berprestasi,” ungkapnya.

Para juara 1 dari Kolaka Utara akan melanjutkan perjuangan mereka di MTQ tingkat nasional, mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara dan akan berkompetisi di Provinsi Kalimantan Timur pada september mendatang.

“Semoga prestasi ini terus meningkat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” tutup Sukanto. *(AF/M)

 

Editor;NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News