NewsMetro

Pasar Banteng Resmi Beroperasi, Siska Karina Imran Targetkan Jadi Pusat Ekonomi Baru dan Akhiri Pasar Liar

16
×

Pasar Banteng Resmi Beroperasi, Siska Karina Imran Targetkan Jadi Pusat Ekonomi Baru dan Akhiri Pasar Liar

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari resmi menambah satu pusat aktivitas ekonomi baru dengan meresmikan Pasar Banteng di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kamis (9/7/2026).

Kehadiran pasar yang menjadi pasar ke-12 di Kota Kendari ini tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat transaksi perdagangan, tetapi juga menjadi solusi penataan pedagang sekaligus upaya mengurangi keberadaan pasar liar di sejumlah ruas jalan.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang didampingi jajaran Pemerintah Kota Kendari, Direksi Perumda Pasar, serta pengelola pasar. Usai meresmikan, Wali Kota berkeliling meninjau fasilitas pasar dan berdialog dengan para pedagang yang mulai menempati kios dan lapak.

Siska mengatakan pertumbuhan penduduk Kota Kendari yang terus meningkat harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas publik yang memadai, termasuk pasar rakyat yang representatif. Menurutnya, pasar memiliki peran penting sebagai pusat distribusi hasil pertanian, perikanan, peternakan, hingga produk UMKM lokal.

“Pasar Banteng ini menjadi pasar ke-12 di Kota Kendari. Kehadirannya sangat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menyediakan ruang usaha yang lebih tertata. Kota Kendari terus berkembang, sehingga kebutuhan terhadap fasilitas perdagangan juga semakin meningkat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan jumlah penduduk Kota Kendari kini telah mencapai sekitar 375 ribu jiwa. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa Kota Kendari semakin diminati sebagai tempat tinggal maupun pusat kegiatan ekonomi.

Menurut Siska, bertambahnya pasar akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari membuka lapangan kerja, memberdayakan pelaku UMKM, hingga memperkuat ketahanan pangan melalui pemasaran produk lokal.

“Pemerintah ingin menghadirkan pasar yang nyaman, bersih, aman, dan tertata. Dengan begitu masyarakat memiliki tempat berbelanja yang layak, sementara pedagang memperoleh ruang usaha yang lebih baik,” katanya.

Salah satu fokus Pemerintah Kota Kendari adalah mengalihkan pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan menuju Pasar Banteng. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban, keindahan kota, maupun kelancaran arus lalu lintas.

“Saya berharap pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan dapat memanfaatkan pasar ini. Kita tidak melarang masyarakat berdagang, tetapi kita ingin semuanya berlangsung tertib sehingga wajah Kota Kendari menjadi lebih rapi dan nyaman,” tegasnya.

Siska juga memastikan pemerintah akan terus menyempurnakan fasilitas pasar melalui dukungan anggaran daerah, termasuk penataan kawasan, penerangan, hingga sarana pendukung lainnya agar aktivitas perdagangan semakin berkembang.

Selain itu, ia mengajak seluruh pedagang menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan pasar. Menurutnya, pasar yang bersih akan meningkatkan kenyamanan pembeli sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berbelanja.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut memperkenalkan Program UMKM Maju yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kendari. Melalui program itu, pelaku usaha kecil dapat memperoleh bantuan modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan mulai Rp5 juta, disertai pendampingan usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, menjelaskan Pasar Banteng dibangun melalui skema kerja sama yang berbeda dari pola umum. Menurutnya, lahan pasar disediakan oleh CV Bersaudara Arsy Sinergi dan dikelola bersama pemerintah melalui kerja sama selama 10 tahun.

“Ini bisa dikatakan menjadi model kerja sama yang unik. Biasanya pemerintah bekerja sama dengan swasta untuk membangun pasar, tetapi kali ini justru pihak swasta mempercayakan pengelolaannya kepada pemerintah. Kami sangat mengapresiasi kepercayaan tersebut,” ujarnya.

Asnar menjelaskan kawasan pasar memiliki luas sekitar satu hektare dengan kapasitas yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 200 hingga 250 pedagang. Saat ini baru tersedia sekitar 30 kios yang telah siap digunakan, sementara pengembangan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pedagang yang mulai menempati lokasi baru, Perumda Pasar juga menggratiskan penggunaan kios selama tiga bulan pertama agar para pedagang memiliki kesempatan membangun pelanggan dan mengembangkan usahanya.

Dengan beroperasinya Pasar Banteng, Pemerintah Kota Kendari berharap pusat perdagangan baru ini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib, sekaligus mendukung visi menjadikan Kendari sebagai kota yang semakin maju, layak huni, dan berdaya saing.(SM)