NewsMetro

TPID Kendari Siapkan Langkah Cepat Redam Inflasi, Fokus Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga

20
×

TPID Kendari Siapkan Langkah Cepat Redam Inflasi, Fokus Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga

Share this article

TERAMEDIA.ID, , – Pemerintah Kota Kendari mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipatif menyusul meningkatnya laju inflasi pada Juni 2026. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah memfokuskan upaya pada pengamanan pasokan kebutuhan pokok, pengawasan harga di pasar, hingga memastikan distribusi energi tetap lancar agar tekanan terhadap daya beli masyarakat tidak semakin besar.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi TPID yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di Ruang Rapat Sekda, Rabu (8/7/2026).

Rapat dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Bulog, serta Sales Area Manager Retail Pertamina Sulawesi Tenggara.

Dalam rapat tersebut, TPID melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Kendari yang menunjukkan tren kenaikan selama Juni 2026. Hasil evaluasi itu menjadi dasar penyusunan strategi pengendalian agar lonjakan harga tidak berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

Sekda Kota Kendari Amir Hasan menegaskan pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu membaca potensi kenaikan harga sejak dini agar langkah intervensi dapat dilakukan lebih cepat, baik melalui penguatan distribusi, pengawasan pasar, maupun koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait.

“Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terkendali. Seluruh OPD yang tergabung dalam TPID harus memperkuat koordinasi sehingga setiap potensi gangguan pasokan bisa segera diantisipasi,” ujarnya.

Data BPS Kota Kendari menunjukkan inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Juni 2026 mencapai 5,14 persen. Angka tersebut dipengaruhi kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama sektor transportasi yang mengalami kenaikan 9,57 persen.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya meningkat 6,30 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,20 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,69 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 4,61 persen.

Sementara itu, inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) pada Juni tercatat sebesar 1,50 persen. Adapun inflasi kumulatif sejak awal tahun hingga Juni atau year to date (y-to-d) mencapai 4,39 persen.

Selain membahas perkembangan harga, rapat juga mengevaluasi kondisi distribusi bahan pokok dan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Faktor distribusi dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga, terutama terhadap komoditas yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap inflasi.

Sales Area Manager Retail Pertamina Sulawesi Tenggara memastikan ketersediaan BBM di Kota Kendari tetap aman dan distribusinya akan terus dijaga agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat maupun kelancaran distribusi logistik.

TPID Kota Kendari juga mendorong penguatan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern, peningkatan koordinasi dengan distributor, serta pelaksanaan langkah-langkah pengendalian apabila terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap tekanan inflasi dapat dikendalikan sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga, aktivitas perdagangan berjalan normal, dan daya beli masyarakat tetap terpelihara di tengah dinamika perekonomian nasional.(SM)